Indonesia Usulkan Indikator Kesempatan Kerja Inklusif untuk ASEAN
in ,

Indonesia Usulkan Indikator Kesempatan Kerja Inklusif untuk ASEAN

Indonesia Usulkan Indikator Kesempatan Kerja Inklusif untuk ASEAN

Banua TV, Bangkok — Indonesia mendorong negara-negara ASEAN untuk tidak hanya memiliki pedoman kesempatan kerja inklusif, tetapi juga memastikan penerapannya dapat diukur secara nyata di lingkungan kerja.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Komitmen tersebut disampaikan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Direktur Jenderal Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker Indah Anggoro Putri dalam forum ketenagakerjaan ASEAN di Bangkok, Thailand, Selasa (25/8/2026).

Indonesia memandang Guideline to Promote Inclusive Employment for Persons with Disabilities sebagai instrumen penting untuk memperkuat kesempatan kerja yang setara dan inklusif di negara-negara ASEAN.

“Pedoman ini penting untuk memastikan prinsip kesempatan kerja inklusif dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat bagi beragam kelompok pekerja,” ujar Indah.

Namun, menurutnya, keberadaan pedoman perlu diperkuat dengan indikator yang dapat membantu perusahaan maupun pemberi kerja mengukur sejauh mana prinsip inklusivitas telah diterapkan.

Indikator tersebut dapat mencakup berbagai aspek ketenagakerjaan, mulai dari proses perekrutan, pengembangan karier, retensi pekerja, hingga partisipasi pekerja dalam lingkungan kerja.

Indonesia juga mengapresiasi proyek kerja sama Vietnam-Jepang yang berfokus pada implementasi pedoman tersebut. Program itu antara lain mencakup identifikasi hambatan akses terhadap pekerjaan, penguatan akomodasi yang layak, serta peningkatan aksesibilitas tempat kerja bagi berbagai kelompok pekerja.

“Pedoman ini juga perlu mempertimbangkan mekanisme kerja sama tripartit agar pemerintah, pengusaha, dan organisasi pekerja memiliki peran dalam memantau penerapan praktik ketenagakerjaan yang inklusif,” katanya.

Keterlibatan tiga unsur tersebut dinilai penting agar kebijakan kesempatan kerja inklusif tidak hanya berhenti pada tataran regulasi, tetapi benar-benar diterapkan dan dipantau secara berkelanjutan di masing-masing negara ASEAN.

Indah meyakini penguatan pedoman tersebut dapat menjadi referensi bersama bagi negara-negara ASEAN dalam membangun pasar tenaga kerja yang lebih terbuka, inklusif, dan tangguh menghadapi perubahan dunia kerja.

“Indonesia siap berkontribusi dan semakin memperkuat kerja sama ini dalam semangat saling belajar, solidaritas ASEAN, serta South-South and Triangular Cooperation (SSTC),” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ILO untuk Siapkan Pasar Kerja Masa Depan

Banjar Catat Karhutla Terbanyak, 9 Ribu Hektare Lahan Terdampak di Kalsel