Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ILO untuk Siapkan Pasar Kerja Masa Depan
Banua TV, Bangkok – Pemerintah Indonesia terus memperkuat strategi menghadapi perubahan dunia kerja yang berlangsung semakin cepat melalui kolaborasi dengan International Labour Organization (ILO). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pasar kerja yang adaptif, kompetitif, inklusif, serta mampu memberikan pelindungan yang lebih kuat kepada para pekerja.


Komitmen tersebut disampaikan Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI dan Jamsos), Indah Anggoro Putri, saat membacakan Country Statement pada agenda Open Session with ILO dalam Senior Labour Officials Meeting (SLOM) di Bangkok, Thailand, Selasa (25/8/2026).
Perkembangan teknologi digital, perubahan demografi, hingga dinamika ekonomi global dinilai telah membawa perubahan besar terhadap lanskap ketenagakerjaan. Kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk menyiapkan kebijakan yang lebih adaptif sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga dan negara.
“Atas nama Pemerintah Indonesia, izinkan saya menyampaikan apresiasi kepada ILO atas dukungan yang terus diberikan, khususnya melalui berbagai inisiatif memperkuat agenda pembangunan ketenagakerjaan nasional,” ujar Indah.
Kerja sama Indonesia dengan ILO selama ini telah diwujudkan melalui berbagai program peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Sepanjang 2022–2026, kolaborasi tersebut antara lain mencakup pelatihan Public Employment Services (PES) dan Start and Improve Your Business (SIYB), serta dukungan terhadap berbagai agenda strategis ketenagakerjaan di tingkat ASEAN.
Indonesia juga membuka peluang perluasan kerja sama melalui pertukaran pengetahuan dan penguatan dialog kebijakan untuk menghadapi berbagai perubahan yang akan terjadi di masa depan.

“Ke depan, Indonesia menyambut terbuka perluasan cakupan kerja sama melalui pertukaran pengetahuan dan dialog kebijakan intensif untuk menjawab berbagai tantangan serta peluang di era future of work,” katanya.
Selain menyiapkan tenaga kerja menghadapi perkembangan dunia kerja, Indonesia turut memberikan perhatian terhadap penguatan pelindungan pekerja di sektor perikanan. Salah satu agenda yang menjadi prioritas adalah optimalisasi implementasi Konvensi ILO No. 188 tentang Pekerjaan dalam Penangkapan Ikan yang telah diratifikasi Indonesia.
Penguatan pelindungan tersebut mencakup tata kelola sektor perikanan, penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengawasan ketenagakerjaan, pemenuhan hak-hak dasar, hingga jaminan sosial bagi awak kapal perikanan.
Di tingkat kawasan, Indonesia juga mendorong kerja sama ASEAN dan ILO yang lebih fleksibel serta responsif terhadap kebutuhan setiap negara anggota. Program yang dikembangkan diharapkan tidak hanya bersifat umum, tetapi mampu memberikan hasil nyata sesuai karakteristik dan kebutuhan ketenagakerjaan di masing-masing negara.
“Indonesia berharap dapat terus menjalin hubungan erat dengan ILO dan seluruh negara anggota ASEAN dalam membangun pasar kerja yang kompetitif, tangguh, lincah, inklusif, serta siap mengantisipasi berbagai peluang maupun tantangan masa depan,” tutup Indah.


