Kejar Target 23.163 Hektare, Kalsel Genjot Percepatan Luas Tambah Tanam
in , , , ,

Kejar Target 23.163 Hektare, Kalsel Genjot Percepatan Luas Tambah Tanam

Kejar Target 23.163 Hektare, Kalsel Genjot Percepatan Luas Tambah Tanam

Banua Tv,Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus menggenjot percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi dan jagung untuk menjaga produksi pertanian serta memperkuat ketahanan pangan daerah.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Hingga akhir Agustus 2026, target LTT di Kalimantan Selatan ditetapkan mencapai 23.163 hektare. Untuk mengejar target tersebut, berbagai strategi disiapkan, mulai dari optimalisasi lahan potensial, pemanfaatan sumber air melalui pompanisasi, penggunaan benih unggul, hingga pemaksimalan alat dan mesin pertanian.

Strategi percepatan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Capaian LTT Bulan Agustus 2026 yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan di Aula Kantor DPKP Kalsel, Banjarbaru, Kamis (20/8/2026).

Kepala DPKP Kalsel Syamsir Rahman mengatakan rapat tersebut menjadi bagian dari evaluasi capaian tanam padi dan jagung selama Agustus sekaligus menyusun langkah percepatan untuk bulan September.

“Pagi ini kita melaksanakan rapat koordinasi terkait LTT, yaitu Luas Tambah Tanam. Kita melakukan evaluasi terkait bulan Agustus, berapa capaian tanam padi dan jagung di Kalimantan Selatan dan kita merencanakan untuk bulan September,” ujarnya.

Berdasarkan laporan kabupaten/kota, capaian LTT padi selama Agustus telah mencapai hampir 50 persen dari target. Namun, pelaksanaan tanam di sejumlah wilayah masih menghadapi tantangan, terutama akibat kondisi iklim dan keterbatasan sumber air.

Syamsir mengatakan pihaknya terus mengidentifikasi dan mengoptimalkan wilayah yang masih memiliki potensi untuk dilakukan penanaman.

“Kita berusaha di mana masih ada lokasi-lokasi tanam, kita kumpulkan untuk tanam,” katanya.

Menurutnya, percepatan LTT membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, penyuluh pertanian, petugas lapangan hingga kelompok tani.

Ia berharap percepatan tanam dapat menjaga ketahanan pangan Kalimantan Selatan sekaligus meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani.

“Tanam hari ini, panen berlimpah nanti,” menjadi semangat bersama dalam mendorong percepatan LTT di Kalimantan Selatan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Serealia DPKP Kalsel Witnu Susanto menyampaikan, target capaian LTT hingga 31 Agustus 2026 sesuai rencana mencapai 23.163 hektare. Adapun target LTT pada September 2026 ditetapkan sebesar 4.380 hektare.

Untuk mencapai target tersebut, petani didorong segera melakukan pengolahan lahan setelah panen. Sumber air yang tersedia juga akan dimaksimalkan melalui pompanisasi, disertai penggunaan benih unggul dan pemanfaatan alat serta mesin pertanian untuk mempercepat pengolahan lahan hingga proses tanam.

Pada wilayah dengan kondisi lahan relatif kering, petani juga dapat menerapkan teknik tanam padi surung.

Teknik tersebut memungkinkan petani tetap melakukan penanaman sambil menunggu ketersediaan air. Ketika hujan turun, tanaman yang telah ditanam diharapkan dapat kembali tumbuh.

“Kalau airnya tersedia, mekanismenya sementara tanam tetap tanam, tapi itu tanam padi surung. Jadi di lahan kering tetap ditugal, nanti saat hujan datang akan tumbuh kembali,” jelasnya.

Selain percepatan tanam, seluruh kabupaten/kota juga diminta melakukan validasi dan pemutakhiran data LTT serta mengoptimalkan lahan yang memiliki sumber air dan kesiapan sarana produksi.

Usai membahas percepatan LTT, DPKP Kalsel juga melanjutkan pembahasan mengenai identifikasi dan penyelesaian lahan untuk program cetak sawah. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Pertanian, termasuk Direktorat Lahan dan Irigasi Pertanian, untuk memaksimalkan potensi lahan pertanian di Kalimantan Selatan.

Sebagai tindak lanjut percepatan program, kegiatan penanaman juga dijadwalkan berlangsung pada Jumat (21/8/2026) di kawasan lahan cetak sawah Batibati, Kabupaten Tanah Laut, dengan luasan lebih dari 300 hektare.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Pj Swasembada Pangan Provinsi Kalsel Fredy, Pj Swasembada Pangan kabupaten/kota, perwakilan BBPP Binuang, BRMP Kalsel, BRMP Rawa, kepala dinas pertanian kabupaten/kota se-Kalsel atau yang mewakili, Ketua Kelompok Penyuluh (Kelsi), PPL, serta peserta rapat koordinasi.

Tinggalkan Balasan

Disbunnak Kalsel Apresiasi Kelompok Tani dan Peternak Berprestasi pada Harjad ke-76

Data Akurat Jadi Kunci Ketahanan Pangan, Produksi Padi Kalsel Capai 937 Ribu Ton