Pemkab Banjar Bergerak Cepat Tangani Kematian Ikan Massal di Astambul
Banua Tv,Banjar – Pemerintah Kabupaten Banjar bergerak cepat menangani dampak kematian ikan massal yang terjadi di Sungai Arfat, Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul. Ribuan bangkai ikan yang diduga berasal dari Keramba Jala Apung (KJA) memenuhi aliran sungai dan menyebabkan penurunan kualitas air, bau menyengat, serta mengganggu aktivitas masyarakat yang memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari.

Menindaklanjuti laporan warga, Pemkab Banjar mengerahkan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan penanganan terpadu di lokasi terdampak sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi darurat lingkungan.
Penanganan dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar, H. Ikhwansyah, bersama jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), serta perangkat daerah terkait lainnya.
Tim gabungan bergotong royong mengevakuasi bangkai ikan yang mengapung di sepanjang Sungai Arfat sebagai langkah awal mengurangi pencemaran, menjaga kualitas lingkungan, sekaligus mengembalikan kenyamanan masyarakat.
Asisten II Setda Kabupaten Banjar, H. Ikhwansyah, menegaskan kehadiran pemerintah merupakan bentuk komitmen dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Hari ini kami bersama seluruh SKPD terkait hadir untuk menjawab keluhan masyarakat. Masing-masing perangkat daerah menjalankan perannya secara terpadu agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan dampaknya bisa segera diminimalkan,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang karena kejadian serupa hampir terjadi setiap tahun.
“Informasi dari pembakal dan masyarakat menunjukkan kejadian ini hampir terjadi setiap tahun. Karena itu kami akan mengumpulkan seluruh SKPD terkait untuk menyusun langkah penanganan yang lebih konkret, terintegrasi, dan berkelanjutan sehingga masyarakat tidak terus-menerus menghadapi kondisi yang sama,” ungkapnya.
Selain melakukan pembersihan sungai, tim gabungan juga memantau kondisi perairan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengidentifikasi penyebab kematian ikan massal. Hasil identifikasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan dan langkah penanganan selanjutnya.
Pemkab Banjar juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dengan berkoordinasi bersama PT Air Minum Intan Banjar (Perseroda) untuk mempercepat distribusi air bersih kepada warga terdampak.
“Kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami sudah berkoordinasi dengan PT AM Intan Banjar agar distribusi air bersih dapat segera dilakukan sehingga warga tetap mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan,” kata Ikhwansyah.
Upaya penyaluran air bersih turut diperkuat oleh Relawan Buser 690 yang terdiri dari Barisan Pemadam Kebakaran (BPK). Para relawan mengerahkan mobil tangki untuk membantu mendistribusikan air bersih kepada masyarakat.
Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banjar, PT AM Intan Banjar, dan Relawan Buser 690 menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dalam menangani dampak kematian ikan massal sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama proses pemulihan berlangsung.


