TAG Kalsel Dorong Pengembangan Laboratorium Batu Mulia Jadi Destinasi Wisata Edukasi
Banua Tv,Banjar – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Tenaga Ahli Gubernur (TAG) mendorong penguatan fasilitas Laboratorium Sertifikasi Batu Mulia di Martapura sebagai langkah mendukung pengembangan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan nilai tambah industri batu mulia khas Banua.

Peninjauan dilakukan di Laboratorium Sertifikasi Batu Mulia, Jalan A. Yani Km 40 Nomor 22D, Martapura, Selasa (7/7/2026), untuk melihat langsung kondisi sarana, pelayanan, serta peluang pengembangannya.
Pelaksana Harian Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Kalimantan Selatan, Fahrudinoor, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut program Tenaga Ahli Gubernur dalam mendukung visi Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, khususnya pada sektor pariwisata.
“Ini adalah salah satu program kegiatan Tenaga Ahli Gubernur. Di dalam janji Pak Gubernur, salah satunya adalah meningkatkan sektor pariwisata di Kalimantan Selatan. Karena itu, Tenaga Ahli Gubernur meninjau langsung tempat sertifikasi batu mulia untuk melihat kondisi yang ada sekaligus potensi pengembangannya,” ujar Fahrudinoor.
Dari hasil peninjauan, pemerintah menilai laboratorium memiliki posisi strategis dalam mendukung industri batu mulia. Namun, keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia masih menjadi tantangan yang perlu segera mendapat perhatian.
“Dari informasi yang kami terima, tenaga ahli yang memiliki kompetensi melakukan sertifikasi batu mulia saat ini hanya dua orang. Selain itu, peralatan yang digunakan juga masih sangat terbatas,” katanya.

Menurut Fahrudinoor, penguatan fasilitas dan peningkatan kapasitas tenaga ahli menjadi langkah penting agar pelayanan sertifikasi semakin optimal bagi masyarakat maupun pelaku usaha.
“Kami melihat fasilitas yang ada memang perlu mendapatkan perhatian. Ke depan tentu perlu ada penguatan, baik dari sisi sarana maupun peningkatan kapasitas SDM agar pelayanan sertifikasi semakin baik,” tambahnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Gubernur Kalimantan Selatan, M. Amin, menyebut Laboratorium Sertifikasi Batu Mulia memiliki nilai strategis karena menjadi satu-satunya balai sertifikasi batu mulia di Indonesia.
“Saat ini balai sertifikasi batu mulia ini merupakan satu-satunya di Indonesia. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kalimantan Selatan dan perlu mendapat dukungan agar terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat luas,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan kualitas gedung, sarana, serta peralatan pengujian agar hasil sertifikasi mampu meningkatkan nilai jual batu mulia sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap keasliannya.
“Dengan dukungan fasilitas yang lebih baik, batu-batu mulia yang mendapatkan sertifikat dari balai ini akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan masyarakat semakin percaya terhadap keaslian batu tersebut,” jelasnya.
Selain memperkuat layanan sertifikasi, M. Amin juga mengusulkan agar kawasan laboratorium dikembangkan menjadi pusat wisata edukasi dan geosite yang memperkenalkan kekayaan intan serta batu mulia khas Kalimantan Selatan kepada masyarakat dan wisatawan.
“Ke depan kami berharap balai ini dapat dibangun di lokasi yang lebih luas sehingga tersedia galeri yang menjadi tujuan wisata edukasi. Di sana masyarakat maupun wisatawan dapat mengenal berbagai batu khas Kalimantan Selatan, seperti intan dan beragam batu mulia lainnya,” tutupnya.


