Disdikbud Kalsel Perkuat Peran Museum sebagai Ruang Belajar Budaya bagi Generasi Muda
Banua Tv,Banjarbaru – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya menjadikan museum sebagai ruang edukasi yang inovatif, inklusif, dan relevan bagi generasi muda melalui penutupan rangkaian Sepekan Cinta Museum Tahun 2026 di Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Sabtu (4/7/2026).

Penutupan kegiatan dipimpin Kepala Disdikbud Provinsi Kalimantan Selatan, Abdul Rahim, yang sekaligus menyerahkan penghargaan kepada para pemenang berbagai perlombaan, mulai dari lomba mewarnai tingkat PAUD, bagasing, menyanyi lagu Banjar, hingga tari kreasi tradisional.
Menurut Abdul Rahim, penyelenggaraan Sepekan Cinta Museum bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari strategi membangun kecintaan masyarakat terhadap sejarah dan budaya daerah di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat.
“Di tengah pesatnya arus globalisasi, museum harus bertransformasi menjadi ruang belajar yang inovatif, inklusif, dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.

Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat selama pelaksanaan kegiatan menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan.
“Agenda ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya berkelanjutan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap warisan budaya dan nilai luhur jati diri Banua,” katanya.
Berbagai perlombaan yang digelar selama sepekan dinilai mampu menjadi media pembelajaran budaya sekaligus ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali kekayaan tradisi Kalimantan Selatan.
“Ini membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui aktivitas yang edukatif dan menyenangkan. Keikutsertaan dalam kegiatan ini adalah bagian dari proses belajar dan wujud cinta budaya yang sangat berharga,” ungkapnya.
Ke depan, Disdikbud Kalsel akan terus menghadirkan inovasi dalam pengembangan program kebudayaan agar semakin menarik minat generasi muda untuk mengenal sejarah dan budaya daerah.
“Saya mengharapkan keterlibatan generasi muda dan anak-anak sejak dini untuk lebih mengenal budaya kita di tengah perkembangan digital saat ini,” ujarnya.
Abdul Rahim juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperkuat fungsi museum sebagai pusat pelestarian sejarah dan budaya.
“Melalui momentum ini, mari kita bekerja bersama merangkul semua, antara pemerintah, lembaga kebudayaan, satuan pendidikan, dan masyarakat, agar museum semakin hidup, dicintai, dan bermanfaat bagi pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter dan berbudaya,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya, mengatakan pihaknya akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Sepekan Cinta Museum pada tahun mendatang dengan memperluas kategori peserta berdasarkan kelompok usia.
“Ke depannya, sesuai arahan Pak Kadis, kami akan meningkatkan partisipasi peserta dengan membagi kategori berdasarkan usia, mulai dari anak-anak, dewasa, hingga kategori umum,” kata Ady.
Ia menambahkan, keterlibatan peserta usia dini juga akan diperkuat sebagai bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya sejak awal.
“PAUD juga akan menjadi perhatian sehingga anak-anak dapat lebih awal mengenal dan mencintai budaya daerah,” ujarnya.
Melalui pengembangan tersebut, Museum Lambung Mangkurat diharapkan semakin menjadi ruang belajar yang hidup sekaligus pusat pelestarian budaya Banua yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.


