Dibekali Empat Keterampilan, 20 Perempuan Disabilitas Siap Mandiri Usai Lulus dari PRSPD Iskaya Banaran
in , ,

Dibekali Empat Keterampilan, 20 Perempuan Disabilitas Siap Mandiri Usai Lulus dari PRSPD Iskaya Banaran

Dibekali Empat Keterampilan, 20 Perempuan Disabilitas Siap Mandiri Usai Lulus dari PRSPD Iskaya Banaran

Banua Tv,Banjarbaru – Sebanyak 20 penyandang disabilitas perempuan resmi menyelesaikan Program Rehabilitasi Sosial Angkatan VIII Tahun 2026 di Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (PRSPD) Iskaya Banaran. Setelah menjalani pembinaan selama enam bulan, mereka kini dipersiapkan untuk hidup lebih mandiri dan mampu berdaya saing di tengah masyarakat.

~ Advertisements ~

Program rehabilitasi sosial tersebut tidak hanya berfokus pada pembinaan mental dan sosial, tetapi juga memberikan berbagai pelatihan keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal ekonomi bagi para peserta setelah kembali ke lingkungan keluarga dan masyarakat.

Kepala PRSPD Iskaya Banaran, Gusti Muhammad Reza Pahlevi, mengatakan seluruh peserta yang dilepas telah mengikuti proses rehabilitasi sosial secara menyeluruh serta mendapatkan pelatihan keterampilan sesuai bidang yang dipilih.

“Alhamdulillah untuk klien angkatan ke-8 tahun 2026 ini berjumlah 20 orang dan semuanya berjenis kelamin perempuan. Selama enam bulan mereka mendapatkan pelayanan rehabilitasi sosial dan pelatihan keterampilan,” ujar Pahlevi, Banjarbaru, Rabu (24/6/2026).

Empat jenis keterampilan yang diberikan kepada peserta meliputi tata boga, tata busana, tata rias, dan tata komputer. Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membuka peluang usaha maupun pekerjaan bagi penyandang disabilitas.

Menurut Pahlevi, keberhasilan program tidak hanya diukur dari selesainya masa pelatihan, tetapi juga dari kemampuan peserta untuk hidup mandiri dan mendapatkan kesempatan yang sama di tengah masyarakat.

“Indikator yang ingin kami capai yaitu mereka dapat berkontribusi di tengah masyarakat, diberdayakan dan tidak dipandang sebelah mata. Setidaknya mereka dapat berdaya saing secara mandiri,” katanya.

Ia menilai masih terdapat stigma terhadap penyandang disabilitas yang menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, program rehabilitasi sosial diarahkan untuk membangun kepercayaan diri, kemampuan, dan kemandirian peserta agar mampu menunjukkan potensi yang dimiliki.

“Dengan adanya pembinaan ini, kami harapkan teman-teman disabilitas dapat berguna bagi masyarakat dan keluarga,” tambah Pahlevi.

Untuk menjaring peserta program, PRSPD Iskaya Banaran selama ini melakukan seleksi langsung ke seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan dengan dukungan dinas sosial setempat yang menyediakan data calon penerima manfaat.

“Untuk saat ini kami yang melakukan seleksi ke 13 Kabupaten/Kota dan dibantu teman-teman dari dinas kabupaten kota,” jelasnya.

Ke depan, proses pendaftaran akan semakin dipermudah melalui pengembangan sistem aplikasi daring. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses layanan rehabilitasi sosial bagi penyandang disabilitas di berbagai daerah.

PRSPD Iskaya Banaran juga berkomitmen terus meningkatkan kapasitas layanan dengan membuka dua angkatan pelatihan setiap tahun. Setelah Angkatan VIII yang diikuti 20 peserta perempuan, angkatan berikutnya direncanakan menerima sekitar 25 peserta dengan komposisi perempuan dan laki-laki secara bergantian.

“Dalam satu tahun ada dua kali angkatan. Setelah ini akan ada angkatan berikutnya sekitar 25 peserta, dengan peserta perempuan dan laki-laki yang dilaksanakan secara bergantian,” pungkasnya.

Melalui program rehabilitasi sosial dan pelatihan keterampilan tersebut, PRSPD Iskaya Banaran berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang mampu mandiri, produktif, serta berkontribusi dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Wabup Banjar Tekankan Aduan Warga Harus Berujung Solusi, Bukan Sekadar Jawaban

Dikelola Pemuda Desa, Kampung Putra Bulu Jadi Motor Ekonomi Baru di Karang Intan