Kafe Forester 3 Resmi Dibuka, Pemprov Kalsel Optimalkan Aset Daerah untuk Dongkrak PAD
in , ,

Kafe Forester 3 Resmi Dibuka, Pemprov Kalsel Optimalkan Aset Daerah untuk Dongkrak PAD

Kafe Forester 3 Resmi Dibuka, Pemprov Kalsel Optimalkan Aset Daerah untuk Dongkrak PAD

Banua Tv,Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong inovasi pemanfaatan aset daerah melalui peresmian Kafe Forester 3 yang berlokasi di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel. Kehadiran cabang ketiga ini diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menghadirkan ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.

~ Advertisements ~

Peresmian Kafe Forester 3 dilakukan di tengah upaya pemerintah daerah mengoptimalkan aset yang dimiliki agar dapat menghasilkan nilai ekonomi dan mendukung pembangunan daerah.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan, Subhan Noor Yaumil, mengapresiasi pengembangan jaringan Kafe Forester yang dinilai tidak hanya menghadirkan ruang rekreasi dan tempat bersantai, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan daerah.

“Kita harapkan kafe ini bisa menambah pemasukan PAD ditengah efisiensi anggaran di tahun 2026-2027 dan ini menjadi inovasi untuk tambah PAD kita,” ujar Subhan saat menghadiri kegiatan selamatan pembukaan Kafe Forester Banjarbaru, Senin (1/6/2026).

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, menjelaskan bahwa pembukaan cabang ketiga tersebut dilatarbelakangi keberhasilan operasional Kafe Forester sebelumnya yang menerapkan sistem bagi hasil dan sewa tempat sebagai bentuk optimalisasi aset milik pemerintah daerah.

“Selain berfungsi sebagai tempat bersantai dengan konsep alam yang khas, Kafe Forester juga berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat sekitar hutan melalui pemanfaatan produk lokal,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan Kafe Forester di kawasan Tahura Sultan Adam menjadi dasar untuk memperluas pengembangan usaha serupa di lokasi lain.

”Kenapa ini kami buka? Yang pertama, bahwa di Kafe Forester yang kedua di Tahura Sultan Adam, kita bekerja sama dengan Pramuka Sakawana Bakti. Dan ternyata di perjalanannya dalam kurang lebih 6 bulan sampai 1 tahun ini, ini semakin banyak, pendapatannya semakin banyak. Skemanya adalah bagi hasil dan sewa tempat kepada aset yang punya Pemprov Kalsel,” ujarnya.

Selain berorientasi pada peningkatan PAD, keberadaan Kafe Forester juga dirancang untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan melalui pemasaran produk hasil hutan bukan kayu (HHBK).

”Intinya kita ingin kafe ini ada tapi menggunakan produk yang diproduksi oleh kelompok tani hutan, supaya saling berkesinambungan. Karena konsep kita kan kita ingin menyejahterakan masyarakat sekitar hutan yang memproduksi hasil hutan bukan kayu. Nah, sehingga adanya kafe ini otomatis penjualan dari mereka juga akan meningkat,” tambahnya.

Fathimatuzzahra menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan agar seluruh aset pemerintah dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah.

“Kami memastikan bahwa Kafe Forester 3 ini mengusung konsep alam terbuka yang nyaman dan dibuka secara resmi untuk masyarakat umum,” pungkasnya.

Dengan konsep ruang terbuka bernuansa alam serta pemanfaatan produk lokal, Kafe Forester 3 diharapkan menjadi contoh pengelolaan aset daerah yang mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Resmikan SPPG Sekumpul 005, Wabup Banjar Tegaskan Pengawasan Ketat demi Keamanan Pangan Anak

Hari Lahir Pancasila 2026, Pemprov Kalsel Soroti Peran Indonesia dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia