Pemprov Kalsel Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Pembiayaan Syariah
Banua Tv,Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui pengembangan pembiayaan berbasis syariah. Lewat sosialisasi yang digelar di Banjarbaru, pelaku UMKM dibekali pemahaman mengenai akses permodalan sesuai prinsip ekonomi Islam.

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan itu berlangsung di Balai Pelatihan Koperasi dan UKM Kalsel, Senin (11/5/2026), dan diikuti 30 peserta dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel, Rahmaddin, mengatakan pembiayaan syariah menjadi alternatif penting bagi pelaku usaha untuk memperoleh modal usaha yang aman dan sesuai prinsip syariah.
βMelalui sosialisasi ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada para pelaku UMKM mengenai berbagai produk dan akad pembiayaan syariah agar mereka dapat memanfaatkan layanan keuangan secara optimal untuk pengembangan usaha,β ujarnya.

Menurut Rahmaddin, penguatan UMKM berbasis syariah menjadi langkah strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia menilai para pelaku usaha perlu memiliki literasi keuangan yang baik agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi dan dunia usaha yang terus berubah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait kebijakan pemberdayaan UMKM berbasis syariah, pengenalan produk dan akad pembiayaan syariah dari Bank Syariah Indonesia (BSI), hingga manfaat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pelaku UMKM.
Peserta berasal dari berbagai daerah seperti Banjarbaru, Banjar, Tapin, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Hulu Sungai Utara, Tabalong, Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu, Kotabaru, dan Banjarmasin.
Rahmaddin berharap kegiatan ini mampu membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku UMKM sehingga dapat meningkatkan produktivitas usaha dan kesejahteraan masyarakat.
βKami berharap UMKM di Kalimantan Selatan semakin berkembang, memiliki akses pembiayaan yang lebih luas, serta mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,β tutupnya.


