Duta GenRe Banjarbaru 2026: Generasi Muda Jadi Garda Depan Perubahan
Banua Tv,Banjarbaru – Generasi muda Kota Banjarbaru kian didorong mengambil peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan remaja, mulai dari pernikahan dini hingga penyalahgunaan napza. Melalui Grand Final Apresiasi Duta Generasi Berencana (GenRe) Kota Banjarbaru Tahun 2026, pemerintah daerah menegaskan pentingnya kehadiran figur muda sebagai agen perubahan yang dekat dengan realitas generasi sebaya.

Kegiatan yang digelar di Aula Gawi Sabarataan, Senin (27/04/2026) ini menjadi panggung lahirnya duta-duta muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial tinggi. Ajang yang diinisiasi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3APMP2KB) Kota Banjarbaru ini sekaligus memperkuat pendekatan edukasi berbasis generasi.
Sebanyak 10 finalis terbaik tampil setelah melewati seleksi ketat dari 43 peserta. Mereka diuji tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kepekaan terhadap isu-isu remaja yang semakin kompleks.
Kepala DP3APMP2KB Kota Banjarbaru, Erma Epiyana Hartati menegaskan bahwa para finalis merupakan representasi generasi muda yang siap menjadi pelopor perubahan di lingkungannya.
“Kalian adalah yang terbaik dari yang terbaik. Selempang yang akan dikenakan bukan sekadar simbol, tetapi tanggung jawab besar sebagai agen perubahan,” tegasnya.
Ia menambahkan, peran Duta GenRe menjadi semakin relevan di era digital, di mana pesan-pesan positif harus dikemas secara kreatif dan disampaikan melalui media yang dekat dengan generasi muda.

“Yang kami cari bukan hanya juara secara akademik, tetapi juga sosok dengan public speaking yang persuasif, karakter kuat, dan mampu merepresentasikan nilai luhur Banjarbaru,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Rizana Mirza, yang mewakili Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby, menekankan bahwa generasi muda saat ini memegang peran penting dalam pembangunan daerah.
“Menjadi Duta GenRe bukan tentang panggung dan piala, tetapi tentang tanggung jawab moral melawan TRIAD KRR: pernikahan dini, seks pranikah, dan penyalahgunaan napza,” ujarnya.
Ia juga mengajak para finalis untuk aktif menjadi role model yang mampu memberikan pengaruh positif, termasuk dalam upaya pencegahan stunting melalui edukasi kesehatan reproduksi.
“Kalian semua adalah pemenang. Kalian adalah representasi remaja cerdas, berkarakter, dan peduli,” tutupnya.
Ajang ini menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada kebijakan, tetapi juga pada keterlibatan aktif generasi muda sebagai motor perubahan menuju Banjarbaru yang lebih maju dan berdaya saing.


