in , ,

Hari Tari Dunia 2026 di Kalsel, Ratusan Penari Tampil, Komitmen Lestarikan Tari Banjar Kian Kuat

Hari Tari Dunia 2026 di Kalsel, Ratusan Penari Tampil, Komitmen Lestarikan Tari Banjar Kian Kuat

Banua Tv, Banjarmasin– Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat langkah pelestarian budaya lokal dengan menjadikan seni tari sebagai bagian penting dalam pembangunan daerah. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pelaku seni, khususnya dalam momentum peringatan Hari Tari Dunia 2026 di Taman Budaya Kalsel, Sabtu (26/4/2026).

~ Advertisements ~

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel, Abdul Rahim, menegaskan bahwa pelestarian tari khas Banjar menjadi fokus utama sebagai bagian dari implementasi visi pembangunan daerah di bidang kebudayaan.

“Sesuai arahan dan visi Gubernur Kalimantan Selatan, kami fokus melestarikan budaya daerah, khususnya tari Banjar,” ujarnya.

Ia menilai, upaya pelestarian budaya tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat, terutama generasi muda dan para seniman. Keterlibatan aktif mereka dinilai penting melalui berbagai kegiatan seni yang rutin digelar di Taman Budaya maupun museum di bawah naungan Disdikbud.

Abdul Rahim juga mengapresiasi semangat para seniman lokal yang terus berkarya dan berharap partisipasi masyarakat dalam kegiatan kebudayaan semakin meningkat.

“Mudah-mudahan ke depan lebih banyak peserta mengikuti kegiatan di Taman Budaya maupun museum, dan seniman-seniman Kalimantan Selatan semakin maju,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, menyebut peringatan Hari Tari Dunia yang jatuh setiap 29 April menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali ruang ekspresi seni di Kalimantan Selatan.

Dalam rangkaian peringatan tersebut, UPTD Taman Budaya Kalsel menggelar pertunjukan tari selama dua hari, 25–26 April 2026, dengan melibatkan 535 peserta yang terdiri dari seniman dan penari anak dari sembilan kabupaten/kota.

“Antusiasme tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Ini menunjukkan semangat berkesenian masyarakat terus tumbuh,” ujar Suharyanti.

Beragam penampilan ditampilkan oleh delegasi daerah, mulai dari perpaduan budaya lintas etnis hingga adaptasi gerakan tradisional seperti Mamanda. Salah satu fokus utama tahun ini adalah regenerasi penari melalui pelibatan anak-anak dalam berbagai genre tari, baik tradisional maupun modern.

“Inti dari tari adalah bergerak dalam irama. Kami tidak membatasi tradisional atau modern, yang penting anak-anak memiliki ruang berekspresi di Taman Budaya,” jelasnya.

Selain pertunjukan, kegiatan juga diisi dengan sarasehan seni tari serta puluhan penampilan lainnya, dengan total target 30 pertunjukan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap seni tari Banjar terus berkembang, jumlah pelaku seni meningkat, serta daerah ini semakin dikenal sebagai salah satu pusat talenta tari yang kuat dalam menjaga warisan budaya.

Tinggalkan Balasan

Seleksi MTQ Halong 2026, Ajang Lahirkan Qari dan Qariah Terbaik Menuju Tingkat Kabupaten

Sekolah Dasar di Batumandi Mulai Go Digital, Tata Kelola Surat Kini Lebih Rapi dan Efisien