60 Ribu Kuota Vokasi Difokuskan untuk Kebutuhan Industri
in ,

60 Ribu Kuota Vokasi Difokuskan untuk Kebutuhan Industri

60 Ribu Kuota Vokasi Difokuskan untuk Kebutuhan Industri

Banua Tv,Jakarta — Upaya mengatasi kesenjangan antara pelatihan dan kebutuhan industri mulai memasuki tahap konkret. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia bersama pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategis Nasional (PSN) menyusun langkah terpadu agar pelatihan vokasi benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

~ Advertisements ~

Langkah ini dibahas dalam High-Level Roundtable Discussion on Link and Match yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Jakarta, Kamis (23/04/2026).

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa penyelarasan ini penting untuk memastikan tenaga kerja yang dilatih benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri di kawasan KEK dan PSN.

“Jadi kami ingin pelatihan-pelatihan vokasi yang kita lakukan, termasuk juga nanti magang, itu lebih match lagi, lebih dekat lagi dengan kebutuhan dari KEK atau PSN,” kata Menaker.

Dalam forum tersebut, terungkap bahwa masih terdapat ketidaksesuaian antara program pelatihan yang tersedia dengan kebutuhan riil industri, baik dari segi jenis keterampilan maupun lokasi pelatihan yang belum terhubung langsung dengan kawasan industri.

Sebagai solusi, pemerintah akan melakukan penyesuaian program pelatihan vokasi agar lebih spesifik dan berbasis kebutuhan masing-masing kawasan industri. Pemetaan kebutuhan tenaga kerja menjadi langkah awal dalam merancang pelatihan yang lebih tepat sasaran.

“Tadi kita petakan apa yang bisa kita lakukan ke depan, lebih konkret, lebih kolaboratif. Ada KEK yang bilang kami butuh pelatihan ke arah sini, tapi balai yang ada di Kemnaker belum sepenuhnya siap. Ini yang insyaallah akan difasilitasi oleh Kemenko,” ujar Yassierli.

Selain itu, sisa kuota Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 sebanyak 60.000 peserta akan diarahkan untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di KEK dan PSN. Program pemagangan juga akan diperluas melalui MagangHub agar menjangkau seluruh 25 KEK di Indonesia.

Keunggulan pelatihan vokasi yang fleksibel dan berdurasi singkat menjadi nilai tambah dalam percepatan penyiapan tenaga kerja. Bahkan ke depan, pelatihan tidak hanya dilakukan di balai pemerintah, tetapi juga langsung di lingkungan industri.

Yassierli menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi langkah berkelanjutan untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan nasional.

“Kami menawarkan fasilitas, sistem, dan anggaran untuk penyiapan SDM. Inilah yang lebih sustain. Mari kita buat gerakan peningkatan produktivitas bersama-sama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Dari Magang ke Sertifikasi, Kemnaker Perkuat Jalan Karier Peserta

Suasana Haru Iringi Keberangkatan 360 JCH Banjar ke Tanah Suci