Disbunnak Kalsel Perkuat Akurasi Data Sawit Lewat Bimtek Pemetaan Lahan
Banua Tv,Banjarbaru – Upaya memperkuat akurasi data perkebunan kelapa sawit terus dilakukan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Selatan melalui peningkatan kapasitas tenaga pemetaan di lapangan. Langkah ini diwujudkan lewat Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendataan dan Pemetaan Lahan Perkebunan Tahun 2026 yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas data spasial perkebunan sawit.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan setiap lahan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan terdata secara presisi dalam sistem informasi pemerintah. Dengan pemetaan yang akurat, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat dalam mendukung pembangunan sektor perkebunan.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan, Suparmi, menegaskan bahwa kelapa sawit merupakan komoditas strategis nasional sekaligus tulang punggung ekonomi daerah. Oleh karena itu, keberadaan data yang akurat dan terintegrasi menjadi kunci dalam menjawab tantangan pembangunan ke depan.
“Kelapa sawit adalah komoditas strategis nasional yang menjadi tulang punggung ekonomi di Kalimantan Selatan. Seiring dinamika regulasi global dan nasional, terutama terkait aspek keberlanjutan dan legalitas, maka tuntutan akan data spasial perkebunan kelapa sawit yang akurat menjadi sangat penting,” ujar Suparmi di Banjarbaru, Senin (20/4/2026).
Ia menambahkan, potensi besar sektor perkebunan tidak akan dapat dikelola secara optimal tanpa dukungan data yang valid. Menurutnya, saat ini seluruh pemangku kepentingan dituntut untuk bekerja berbasis data, bukan sekadar asumsi.
“Saat ini kita dituntut untuk bekerja berbasis data. Tantangan pembangunan tahun 2026 dan masa depan tidak lagi bisa dijawab dengan perkiraan semata. Kita membutuhkan peta spasial yang presisi dan data statistik yang valid,” tegasnya.
Menurut Suparmi, data spasial yang akurat juga memiliki peran penting dalam mendukung berbagai program strategis nasional di sektor perkebunan. Salah satunya adalah identifikasi perkebunan sawit rakyat untuk mendukung sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

“Data yang akurat akan memastikan luas lahan petani swadaya terdata dengan benar untuk mendukung program sertifikasi ISPO. Selain itu, data tersebut juga menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan infrastruktur perkebunan melalui dana bagi hasil,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, tenaga pemetaan lapangan memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan data yang dikumpulkan benar-benar sesuai kondisi di lapangan. Mereka menjadi ujung tombak pemerintah dalam memperoleh informasi yang valid terkait kondisi perkebunan sawit.
“Saudara adalah mata dan telinga pemerintah di tingkat paling bawah. Saya meminta agar seluruh peserta benar-benar memahami teknik pengambilan titik koordinat yang presisi, verifikasi batas lahan yang valid, serta penggunaan aplikasi pendataan yang telah disiapkan,” pesannya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi tumpang tindih data maupun lahan yang belum terpetakan dalam sistem informasi pemerintah.
“Jangan ada lagi tumpang tindih data atau lahan yang tidak terpetakan. Kita harus memastikan bahwa setiap jengkal perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan masuk dalam sistem informasi kita secara akurat,” tegas Suparmi.
Melalui kegiatan Bimtek ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis pemetaan serta memanfaatkan teknologi terbaru seperti GPS dan aplikasi berbasis android dalam proses pengumpulan data di lapangan.
Selain peningkatan kemampuan teknis, integritas petugas juga menjadi faktor penting dalam memastikan kualitas data yang dihasilkan. Oleh karena itu, koordinasi antarpetugas di seluruh wilayah Kalimantan Selatan perlu diperkuat untuk menjamin keselarasan data antara tingkat kabupaten/kota dan provinsi.
“Perkuat jejaring komunikasi antar petugas di seluruh Kalimantan Selatan agar terjadi sinkronisasi data yang selaras. Bangun integritas, pastikan data yang diambil adalah data riil, bukan sekadar data di balik meja,” pungkasnya.


