Tiga Wakil, Dua Medali: Bukti Kualitas Atlet Balangan Tak Main-Main
Banua Tv,PARINGIN – Ukuran tim bukan jaminan hasil. Hal itu dibuktikan oleh kontingen ASKI Kabupaten Balangan yang hanya mengirim tiga atlet, namun mampu membawa pulang medali dari ajang nasional.
Bertanding di Kejurnas ASKI IX di Padepokan Silat TMII, Jakarta Timur, pada 15–19 April 2026, para karateka muda asal “Bumi Sanggam” tampil efektif dan penuh determinasi. Hasilnya, medali berhasil diamankan meski dengan kekuatan yang sangat terbatas.
Salah satu penyumbang medali adalah Aisha Putri Nauralika (Naura), siswi SMP N 4 Paringin yang turun di kategori Kumite Perorangan Kadet Putri -54kg. Dalam laga ketat, ia mampu mengalahkan atlet dari Jambi dan Jawa Tengah lewat selisih poin tipis. Meski gagal melaju ke final usai kalah tipis dari atlet Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Naura tetap membawa pulang Medali Perunggu.
Sementara itu, Adzkia Nur Aini yang tampil di nomor Kata Beregu Putri menunjukkan kekompakan bersama tim Kalimantan Selatan. Penampilan solid mereka berbuah Medali Perak.
Keberhasilan ini disebut sebagai hasil dari latihan panjang dan disiplin tinggi. Ketiga atlet yang diberangkatkan telah menjalani pemusatan latihan selama enam bulan.
“Walaupun kami hanya memberangkatkan tiga atlet, semangat kami untuk mengharumkan nama Bumi Sanggam tidak pernah surut. Terima kasih atas doa masyarakat Balangan, kami berhasil membawa pulang medali ke Banua,” ujar pelatih tim, Rifki, Minggu (19/4/2026).
Ketua FORKI Balangan, Aswadie, mengaku tak menyangka tim kecil tersebut mampu memberikan hasil maksimal di level nasional. Ia menilai pencapaian ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet di daerah berjalan efektif.
“Hanya dengan tiga atlet, ASKI Balangan mampu memberi kado terindah bagi kabupaten kita. Terima kasih kepada Naura dan kawan-kawan, serta Pengprov ASKI Kalsel yang telah membina atlet kami,” tuturnya.
Ajang Kejurnas ASKI sendiri merupakan kompetisi dua tahunan yang menjadi pintu menuju seleksi internasional di Jepang. Hasil ini diharapkan menjadi pemicu dukungan lebih besar bagi atlet daerah agar terus berkembang dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.


