Puncak Haul ke-88 Syekh Kasyful Anwar Dipadati Jemaah, Suasana Khusyuk dan Penuh Makna

Banua Tv, Martapura Timur – Suasana haru dan khusyuk menyelimuti kawasan kubah dan Musala Raudhatul Anwar, Desa Melayu Ilir, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Jumat (3/4/2026) malam.
Setelah dua malam pelaksanaan, ribuan jemaah kembali memadati lokasi untuk mengikuti puncak peringatan haul ke-88 Syekh Muhammad Kasyful Anwar bin H Ismail Al Banjari. Jemaah datang dari berbagai penjuru dengan satu tujuan, yakni mencari keberkahan di malam penuh makna tersebut.
Lantunan doa, zikir, dan selawat menggema di seluruh area, menghadirkan nuansa religius yang mendalam dan menyejukkan hati para jemaah yang hadir.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Banjar Habib Idrus Al Habsyi, para habaib, ulama, serta guru agama. Hadir pula Gubernur Kalimantan Selatan dua periode 2005–2015, H Rudy Arifin, yang tampak larut dalam kekhidmatan acara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Magrib berjamaah. Dipimpin Tuan Guru Munawir dan Tuan Guru Munawar, jemaah kemudian mengikuti pembacaan Surah Yasin, selawat kamilah, dalail khairat, serta pembacaan kitab Datuk Kasyful Anwar.
Memasuki usai salat Isya, suasana semakin syahdu. Lantunan syair-syair maulid yang dipimpin Tuan Guru Hakim menggema, mengalirkan ketenangan di tengah ribuan jemaah. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan zikir, nasyid, dan doa bersama.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ilham Humaidi menyampaikan pesan tentang hakikat ketenangan hidup yang sejati. Ia menegaskan pentingnya memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan Rasulullah SAW.
“Tidak ada ketentraman yang sesungguhnya melainkan ketika seorang hamba terhubung dengan Allah SWT dan terkoneksi dengan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya di hadapan ribuan jemaah.
Ia juga mengajak jemaah untuk memperbanyak istigfar dan selawat sebagai amalan utama.
“Orang paling beruntung pada hari kiamat adalah orang yang paling banyak istigfar dan selawat,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga kedekatan dengan sunah Nabi, mencintai ahlul bait, serta mengikuti para ulama sebagai pewaris ajaran Rasulullah.
“Jika ingin dekat dengan Nabi Muhammad SAW di hari kiamat, jangan jauh dari sunahnya, jangan jauh dari ahlul bait, dan jangan jauh dari para pewarisnya. Mudah-mudahan kita berada di barisan beliau,” tuturnya.
Menambah kekhidmatan peringatan haul, turut dilaksanakan prosesi akad nikah Miftahul Jannah, putri ketiga Tuan Guru Abdul Hakim, dengan Muhammad Jefri, putra keempat dari Ahmadi. Momen sakral tersebut menjadi pelengkap suasana penuh berkah di malam puncak haul.

