Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi menandai dimulainya pembangunan Jembatan Pulau Laut melalui penandatanganan kontrak kerja yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru. Foto: MC Kalsel
in , ,

Jembatan Pulau Laut Resmi Dibangun, Gubernur Kalsel Tekankan Tak Ada Toleransi Keterlambatan

Jembatan Pulau Laut Resmi Dibangun, Gubernur Kalsel Tekankan Tak Ada Toleransi Keterlambatan

~ Advertisements ~

Banua Tv, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi memulai pembangunan Jembatan Pulau Laut yang akan menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru. Dimulainya proyek strategis ini ditandai dengan penandatanganan kontrak kerja antara pemerintah daerah dan pihak kontraktor.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalimantan Selatan, M Yasin Toyib, bersama penyedia jasa, serta disaksikan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, serta Bupati Tanah Bumbu dan Bupati Kotabaru.

Proyek ini akan dilaksanakan dengan skema tahun jamak (multiyears) selama periode 2026 hingga 2028. Nilai anggaran pembangunan mencapai Rp750 miliar per tahun, yang bersumber dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan sebesar Rp550 miliar, serta masing-masing Rp100 miliar dari Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dan Pemerintah Kabupaten Kotabaru.

Tak hanya itu, proyek ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum dengan alokasi anggaran sekitar Rp3 triliun melalui skema multiyears hingga 2028.

Gubernur Muhidin menegaskan bahwa penandatanganan kontrak menjadi tanda dimulainya pekerjaan secara langsung di lapangan tanpa penundaan.

“Kontrak sudah diteken, artinya kontraktor harus siap bekerja. Jangan sampai ada keterlambatan,” kata Muhidin di Aula Kantor Dinas PUPR Kalsel, Banjarbaru, Senin (30/3/2026).

Ia juga mengingatkan pentingnya profesionalitas dalam pelaksanaan proyek, mulai dari kesiapan peralatan, sumber daya manusia, hingga manajemen pekerjaan agar target waktu dapat tercapai.

“Perlengkapan harus lengkap dan pekerjaan harus tepat waktu. Kontrak sudah diteken, tidak ada alasan untuk terlambat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Muhidin berharap proses penyerapan anggaran dapat berjalan optimal sejak awal tahun, mengingat pengalaman sebelumnya realisasi anggaran cenderung rendah di tahap awal.

“Dengan proses tender dan kontrak lebih awal, kita harapkan penyerapan anggaran bisa maksimal,” tambahnya.

Pembangunan Jembatan Pulau Laut diharapkan menjadi pengungkit konektivitas antarwilayah di Kalimantan Selatan. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, proyek ini juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru, serta membuka akses distribusi barang yang lebih luas dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Pemprov Kalsel Perkuat Daya Tarik Investasi, IPRO Jadi Kunci Gaet Investor

Masuki Pancaroba, BPBD Balangan Waspadai Potensi Karhutla Saat Kemarau Datang