Mahasiswa ULM Jadi Ketua Delegasi Indonesia di Forum ASEAN–Jepang JENESYS 2025

Prestasi membanggakan ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Gastin Gabriel Jangkang terpilih menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam program JENESYS 2025 ASEAN–Japan Students Conference, sekaligus dipercaya mengemban amanah sebagai ketua delegasi Indonesia pada forum internasional tersebut.
Gastin bersama delegasi Indonesia dijadwalkan bertolak ke Jepang setelah mengikuti rangkaian Pre-Departure Training (PDT) yang dibuka secara resmi oleh Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Dr. Drs. Yohan, M.Si., di Jakarta, Minggu (10/1/2026).
Kegiatan PDT bertujuan membekali peserta dengan wawasan, etika, serta kesiapan mental sebelum mengikuti program pertukaran dan konferensi internasional.
Gastin terpilih melalui proses seleksi nasional pada akhir 2025 yang dilaksanakan secara ketat dengan standar yang ditetapkan pemerintah Jepang. Seleksi tersebut tidak hanya menilai prestasi akademik, tetapi juga kemampuan komunikasi lintas budaya, kepemimpinan, serta kapasitas peserta dalam menyampaikan gagasan di tingkat global.
Menurut Gastin, kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan tanggung jawab besar sekaligus peluang untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan.
Selama mengikuti program di Jepang, ia berencana mendalami isu perubahan iklim, teknologi informasi, kecerdasan buatan, serta pengembangan ilmu kedokteran sebagai bekal kontribusi ke depan.
Program JENESYS 2025 akan berlangsung secara luring di Tokyo pada 13–20 Januari 2026 dan melibatkan mahasiswa dari negara-negara ASEAN serta Jepang.
Selama kegiatan, para peserta akan mengikuti diskusi tematik terkait pendidikan dan teknologi digital, mitigasi perubahan iklim dan bencana, pengembangan startup, hingga penguatan kolaborasi internasional yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
Selain diskusi, rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan institusi, studi lapangan, serta program homestay guna memperdalam pemahaman peserta terhadap budaya dan kehidupan sosial masyarakat Jepang.
Dalam sambutannya pada pembukaan PDT, Deputi Kemenpora Dr. Yohan mengingatkan para delegasi untuk menjalankan peran sebagai duta bangsa dengan menjunjung tinggi etika, membangun jejaring internasional, serta menjaga citra positif Indonesia. Para peserta juga diwajibkan menyusun Post Program Innovation (PPI) sebagai bentuk kontribusi nyata setelah kembali ke Tanah Air.
Keikutsertaan mahasiswa ULM dalam forum internasional ini mencerminkan daya saing serta kualitas sumber daya mahasiswa Indonesia di tingkat global, sekaligus menegaskan komitmen Universitas Lambung Mangkurat dalam mendorong pengembangan kepemimpinan dan wawasan internasional bagi mahasiswanya.


