Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Usis I Sangkai didampingi sejumlah Kepala Perangkat Daerah saat berfoto bersama di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis (8/1/2026). Foto: Mc.Kapuas
in ,

Pemkab Kapuas Dapat Dukungan Bank Dunia Rp120 Miliar untuk Kelola Sampah Terpadu

Banua Tv, Kapuas – Pemerintah Kabupaten Kapuas mendapatkan dukungan pendanaan dari Bank Dunia melalui Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Terpadu.

~ Advertisements ~

Total anggaran yang dikucurkan mencapai sekitar Rp120 miliar dan akan dialokasikan secara bertahap selama lima tahun.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai, menyatakan bahwa program tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan sektor persampahan sebagai salah satu agenda transformasi utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.

“Pengelolaan sampah saat ini tidak lagi dipandang sebagai persoalan teknis semata, tetapi menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional yang berkelanjutan,” ujar Usis I. Sangkai saat pembahasan program di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Kamis (8/1/2026).

Ia mengungkapkan, Kabupaten Kapuas menjadi salah satu daerah yang dipercaya untuk mengimplementasikan platform pengelolaan sampah nasional dengan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Pendekatan tersebut mencakup upaya pengurangan sampah dari sumber, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali melalui konsep ekonomi sirkular.

“Kami diarahkan untuk menerapkan konsep ekonomi sirkular, sehingga sampah tidak lagi menjadi beban lingkungan, tetapi memiliki nilai tambah bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, perencanaan program disusun dengan prinsip full cost recovery (FCR) guna menjamin keberlanjutan layanan persampahan di daerah.

Selain penguatan sistem pengelolaan, program ini juga mendorong peningkatan kapasitas pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat.

Usis menambahkan, tata kelola persampahan akan diperkuat dengan pemisahan peran yang jelas antara operator dan regulator agar pengelolaan berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.

“Skema ini dirancang agar layanan persampahan dapat berjalan berkelanjutan, didukung oleh regulasi yang kuat dan manajemen yang akuntabel,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap dukungan pendanaan dan pendampingan dari Bank Dunia tersebut dapat mempercepat pembenahan sistem persampahan, meningkatkan kualitas lingkungan hidup, serta mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan di daerah.

Tinggalkan Balasan

Gubernur Kalsel Akan Berikan Sembako dan Uang Tunai hingga Rp200 Ribu Bagi Warga Terdampak Banjir

Wapres Gibran Kunjungi Lokasi Banjir Bandang Balangan, Bantuan Pasca Bencana Akan Dikirim