Tiga Wajah Wisata Balangan 2026, dari Puncak Gunung Hauk hingga Racah Mampulang

Banua Tv, Balangan – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Balangan merekomendasikan tiga destinasi unggulan yang dinilai mampu menarik berbagai segmen wisatawan, mulai dari pecinta petualangan hingga wisata keluarga.
Rekomendasi tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Daya Tarik Destinasi Wisata Kabupaten Balangan, M. Sigit Kondang Wibowo. Dari sejumlah objek yang ada, Desa Ajung menjadi prioritas utama.
“Nomor satu yang kami rekomendasikan adalah Desa Ajung karena saat ini wisata yang paling dikenal orang luar Balangan itu adalah Puncak Gunung Hauk. Itu sudah menjadi ikon,” ujarnya.
Desa Ajung memang dikenal dengan pesona Puncak Gunung Hauk yang menawarkan panorama pegunungan Meratus dan menjadi magnet bagi pendaki. Namun, potensi Ajung tidak berhenti di sana.
“Di sana ada Batu Ajung dengan aliran sungainya yang jernih dan bebatuan alam yang eksotis. Kemudian di kawasan Nanai juga bisa untuk bamboo rafting, dan sekarang mulai dikembangkan river tubing dari Batu Ajung sampai ke Jembatan Gantung,” jelasnya.
Tak hanya alam, Ajung juga menyimpan kekuatan budaya yang dinilai memiliki daya tarik tersendiri.
“Banyak orang luar datang ke sana, bahkan dari Banjarmasin. Mereka tahu Ajung bukan hanya soal alam, tapi juga budaya. Di sana ada balai adat dan tradisi aruh yang sangat luar biasa. Memang saat ini belum sepenuhnya diekspos karena masih ada diskusi dengan para ketua adat, tetapi kalau ada yang ingin melihat secara langsung tetap diperbolehkan,” tambahnya.
Selain Ajung, Disporapar juga mengarahkan wisatawan ke Air Terjun Tayak sebagai alternatif destinasi keluarga, menggantikan Maranting yang sebelumnya dikenal luas.
“Kalau sebelumnya kita mengenal Maranting, namun dengan kondisi saat ini kita arahkan ke Air Terjun Tayak. Aksesnya cukup terjangkau, jalan kaki sekitar setengah jam sudah sampai. Untuk wisata keluarga masih sangat memungkinkan,” katanya.
Menurut Sigit, Tayak menawarkan suasana alami yang cocok untuk rekreasi ringan, terutama menjelang momentum libur panjang.
Sementara itu, untuk wisata yang lebih dekat dengan pusat Kota Paringin, Disporapar merekomendasikan kawasan wisata budaya Racah Mampulang.
“Yang ketiga, kita rekomendasikan Racah Mampulang. Di sana ada pasar budaya, spot foto, dan nuansa kearifan lokal yang cukup kuat. Ini cocok untuk wisata santai yang tidak terlalu jauh,” jelasnya.
Ia menegaskan, ketiga destinasi tersebut dipilih karena mewakili segmen wisata yang berbeda.
“Gunung Hauk untuk penyuka wisata ekstrem, tapi keluarga juga bisa menikmati di Batu Ajung tanpa harus mendaki. Tayak untuk wisata alam keluarga, dan Racah Mampulang untuk wisata budaya yang lebih santai,” ujarnya.
Dari sisi promosi, Disporapar memastikan strategi pemasaran terus diperkuat melalui berbagai kanal dan kegiatan luar daerah.
“Promosi memang ada bidang tersendiri. Kami juga punya Instagram untuk menampilkan kegiatan di bidang destinasi. Selain itu, setiap ada expo atau event di luar daerah seperti di Banjarmasin, potensi wisata Balangan selalu dipromosikan,”tambahnya.
Dengan tiga rekomendasi tersebut, Disporapar berharap kunjungan wisatawan ke Kabupaten Balangan pada 2026 semakin meningkat dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar destinasi wisata.


