Seleksi POPDA 2026 Balangan, Ratusan Atlet Pelajar Disaring Menuju Pembinaan Intensif

Banua Tv, Balangan – Pemerintah Kabupaten Balangan mulai memanaskan mesin pembinaan olahraga pelajar jelang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.
Melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), seleksi atlet cabang olahraga basket dan bola voli digelar di Wahana Olahraga Tepian Sanggam, Paringin, Rabu (21/1/2026).
Seleksi ini menjadi pintu awal penjaringan atlet pelajar potensial dari seluruh kecamatan di Kabupaten Balangan, sebagai bagian dari strategi jangka menengah untuk meningkatkan daya saing daerah di ajang POPDA.
Kepala Bidang Olahraga Kabupaten Balangan, Melda Risda Elfa mengatakan seleksi dilakukan untuk menemukan bibit atlet yang memiliki potensi dan kesiapan untuk dibina secara berkelanjutan.
“Setelah seleksi ini, atlet yang terpilih akan mengikuti pemusatan latihan atau training center (TC) hingga bulan April. Selanjutnya akan dilaksanakan turnamen sebagai bagian dari proses pembinaan atlet,” ujarnya.
Melda mengungkapkan, antusiasme peserta seleksi POPDA tahun ini terbilang tinggi. Tercatat sekitar 400 atlet pelajar mengikuti seleksi yang mencakup empat cabang olahraga, yakni sepak bola, basket, bola voli, dan sepak takraw.
Sementara itu, Pelatih Bola Voli Kabupaten Balangan, Adi Putra Afrian menjelaskan bahwa seleksi dilakukan secara bertahap dengan penekanan pada aspek kebugaran dan teknik dasar.
“Seleksi direncanakan berlangsung selama tiga hari. Hari pertama seleksi awal, hari kedua dilanjutkan dengan sistem gugur, dan hasil akhir ditentukan pada Jumat untuk memilih delapan atlet terbaik,” sampainya.
Adi mengakui terdapat tantangan dalam proses penjaringan atlet voli, khususnya terkait postur tubuh ideal. Namun demikian, ia menilai perkembangan minat dan kualitas atlet bola voli pelajar di Balangan menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.
Melalui proses seleksi dan pembinaan berjenjang ini, Disporapar Balangan berharap dapat menyiapkan atlet pelajar yang tidak hanya kompetitif di tingkat provinsi, tetapi juga mampu menjadi fondasi pembinaan olahraga daerah di masa depan.


