Said Idrus Apresiasi Kuliah S1 di Lapas Karang Intan, 29 Warga Binaan Resmi Jadi Mahasiswa

Banua Tv Banjar – Program pendidikan tinggi kini hadir di balik tembok lembaga pemasyarakatan. Sebanyak 29 warga binaan di Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan resmi mengikuti Program Perkuliahan Strata 1 (S1), hasil kolaborasi dengan Universitas PGRI Kalimantan.
Peluncuran program digelar di Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Rabu (4/3/2026) pagi, dan dihadiri Wakil Bupati Banjar, Said Idrus Al Habsyi.
Ia menyampaikan apresiasi atas sinergi yang dinilai mampu mengubah paradigma lembaga pemasyarakatan.
Menurutnya, lapas tidak lagi sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi menjadi ruang pengembangan diri layaknya kampus.
“Sinergi ini menunjukkan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Banjar dilakukan secara inklusif, mengakomodasi semua pihak tanpa memandang latar belakang,” ujarnya.
Said Idrus menilai tantangan terbesar warga binaan adalah masa depan setelah bebas. Tanpa bekal pendidikan dan keterampilan memadai, risiko residivisme tetap tinggi. Karena itu, kehadiran program sarjana di dalam lapas dipandang sebagai solusi untuk memutus mata rantai tersebut.
Ia pun berpesan agar para mahasiswa baru memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh.
“Jaket almamater yang dikenakan adalah simbol tanggung jawab baru. Belajarlah dengan tekun, perkaya cakrawala berpikir dan buktikan kepada masyarakat bahwa ketika bebas nanti, kalian tidak hanya membawa surat bebas, tetapi juga gelar sarjana dan pemikiran yang lebih dewasa untuk membangun daerah,” pesannya.
Sementara Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyebut program ini sebagai satu-satunya di Kalimantan. Sebanyak 29 warga binaan resmi menjadi mahasiswa Fakultas Sosial dan Humaniora Program Studi Kewirausahaan di Universitas PGRI Kalimantan.
“Sesuai minat warga binaan, mereka memilih Program Studi Kewirausahaan. Universitas ini juga telah terakreditasi B,” ujarnya.
Yugo menambahkan, di dalam lapas juga tersedia Program Paket A, B, dan C. Warga binaan yang telah menyelesaikan Paket C diharapkan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Ia menjelaskan, tujuan program ini agar warga binaan dapat diterima kembali oleh masyarakat setelah bebas, sekaligus mendukung kebijakan Presiden RI dan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Perkuliahan dijadwalkan setiap Jumat dan Sabtu. Jika dosen berhalangan hadir, pembelajaran akan difasilitasi secara daring melalui komputer dan aplikasi konferensi virtual.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Kalimantan Selatan Mulyadi, Rektor Universitas PGRI Kalimantan H Alimuddin A Djawad, Pelaksana Harian Sekda Banjar H Ikhwansyah, unsur Forkopimda, serta warga binaan yang kini resmi menyandang status mahasiswa.

