Pemprov Kalsel Perkuat Daya Tarik Investasi, IPRO Jadi Kunci Gaet Investor

Banua Tv, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kalimantan Selatan terus mendorong peningkatan kualitas perencanaan investasi daerah melalui penyusunan Investment Project Ready to Offer (IPRO) dalam Rapat Kerja Teknis dan Forum Perangkat Daerah Tahun 2026.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Ariadi Noor, menegaskan bahwa IPRO merupakan instrumen strategis dalam menarik minat investor untuk menanamkan modal di daerah.
“Kita harus menyiapkan IPRO yang benar-benar matang. Sektor-sektor potensial harus dipetakan dengan jelas agar dapat ditawarkan kepada investor secara konkret,” ujarnya di Banjarbaru, Senin (30/3/2026).
Ia menambahkan, keberadaan IPRO yang berkualitas akan sangat menentukan keberhasilan pencapaian target pertumbuhan ekonomi daerah.
“Target 8,1 persen tidak akan tercapai jika kita tidak menyiapkan langkah serius, termasuk penyusunan IPRO yang komprehensif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Provinsi Kalsel, Endri, mengungkapkan bahwa jumlah kajian IPRO di Kalimantan Selatan saat ini masih sangat terbatas.
“Jumlah kajian IPRO kita saat ini masih sangat minim, bahkan belum sampai lima. Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua,” ujarnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya mendorong setiap kabupaten/kota agar mampu menyusun minimal satu dokumen IPRO setiap tahun.
“Jika setiap kabupaten/kota mampu menghasilkan satu IPRO per tahun, ditambah kontribusi dari provinsi, maka kita bisa memiliki sekitar 15 IPRO setiap tahunnya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Endri menjelaskan bahwa dokumen IPRO nantinya akan disampaikan kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal untuk dipromosikan kepada calon investor, sekaligus ditampilkan melalui aplikasi “Bakantan” agar dapat diakses secara luas.
“Nantinya IPRO ini akan kita kirim ke BKPM, yang kemudian akan mempromosikannya kepada calon investor, serta kita tampilkan juga dalam aplikasi ‘Bakantan’ agar dapat diakses secara luas,” tambahnya.
Melalui langkah ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap mampu meningkatkan daya saing investasi daerah dengan menghadirkan data dan kajian yang akurat, komprehensif, serta siap ditawarkan kepada investor.

