National Halal Fair Ramaikan Pasar Wadai, Dorong UMKM Halal Naik Kelas di Kalsel

Banua Tv, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Bank Indonesia dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) menggelar National Halal Fair di stan Pasar Wadai Ramadhan, Banjarmasin, Jumat (20/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pasar Wadai Ramadhan sekaligus wadah kolaborasi lintas instansi dalam mendorong pertumbuhan UMKM halal di Banua.
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Elminsyah Jaya menjelaskan bahwa National Halal Fair menghadirkan berbagai layanan strategis bagi pelaku usaha.
“Kita bekerja sama dengan Bank Indonesia dan KDEKS menyelenggarakan Halal National Fair, di mana di dalamnya ada beberapa stan yang menyediakan sertifikasi halal, serta dari Badan Amil Zakat Nasional, dari UIN Antasari, dan juga dari bank-bank berbasis syariah,” ujarnya.
Menurutnya, agenda ini selaras dengan visi-misi Gubernur Kalimantan Selatan dalam mengembangkan ekonomi berbasis syariah.
Melalui penguatan ekosistem halal, pemerintah daerah mendorong peningkatan daya saing UMKM sekaligus memperluas akses pembiayaan dan literasi keuangan syariah.
Eddy menjelaskan, mekanisme sertifikasi halal dipermudah dengan layanan langsung di lokasi. Pelaku UMKM dapat berkonsultasi sesuai karakteristik produknya.
“Kalau berbahan baku sederhana, bisa melalui skema self declare atau pernyataan mandiri halal. Untuk yang bahan bakunya beragam, bisa dikonsultasikan di booth ini. Untuk sertifikasi self declare, itu gratis,” jelasnya.
Fasilitasi ini berlangsung selama 25 hari mengikuti jadwal Pasar Ramadhan. Pemerintah membuka akses seluas-luasnya bagi UMKM yang belum memiliki label halal.
“Silakan UMKM yang belum memiliki label halal datang ke sini. Kita terbuka seluas-luasnya,” tambah Eddy.
Sementara itu, Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Fikar Fauzan menegaskan sinergi yang terbangun melibatkan pemerintah daerah, perbankan syariah seperti Bank Kalsel Syariah dan Bank Syariah Indonesia, serta Kadin yang membawa UMKM binaan dengan produk halal dan berizin edar.
“Yang kami fasilitasi di sini antara lain sertifikasi halal dan juga layanan zakat. Selain itu, kami juga mendorong kampanye wakaf melalui program Wakaf Cendol 3 in 1,” jelasnya.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat berwakaf minimal Rp5.000 dan memperoleh satu cup cendol dari UMKM lokal. Dana yang terkumpul disalurkan untuk mendukung tiga proyek wakaf yang tengah didorong pendanaannya.
“UMKM yang terlibat ada dari Kadin, termasuk untuk cendol wakaf ini juga dari UMKM di Banjar,” tambah Fikar.
Dengan adanya National Halal Fair, Pemprov Kalsel dan Bank Indonesia berharap ekosistem ekonomi syariah semakin inklusif, terintegrasi, dan berdampak nyata terhadap peningkatan kapasitas serta legalitas UMKM di Kalimantan Selatan.


