Lomba Resensi Buku Dispersip Kalsel Dibuka, Pelajar SMP Ditantang Tunjukkan Kreativitas Literasi

Banua Tv, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kalsel menggelar Lomba Resensi Buku bagi pelajar tingkat SMP/sederajat se-Kalimantan Selatan sebagai upaya mendorong peningkatan literasi generasi muda.
Kepala Dispersip Kalsel, Sri Mawarni menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk menuangkan gagasan melalui karya tulis.
βKegiatan ini menjadi panggung bagi generasi literasi untuk bersinar, berani berpendapat, serta menginspirasi melalui tulisan,β ujarnya di Banjarbaru, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, lomba ini juga bertujuan meningkatkan pemanfaatan koleksi perpustakaan sekaligus mengasah kemampuan pelajar dalam memahami dan mengolah informasi dari buku.
βMelalui kegiatan ini, diharapkan pemanfaatan koleksi perpustakaan dapat lebih optimal, sekaligus meningkatkan pemahaman pelajar terhadap isi buku,β jelasnya.
Pendaftaran lomba dibuka sejak 26 Februari hingga 30 April 2026 melalui tautan yang telah disediakan panitia. Peserta diwajibkan mengunggah formulir pendaftaran, surat rekomendasi sekolah, naskah resensi, serta video pembacaan resensi di kanal YouTube masing-masing.
Buku yang diresensi dapat berupa buku cetak maupun digital, baik fiksi maupun nonfiksi, dengan ketentuan minimal 49 halaman. Buku tidak boleh mengandung unsur SARA, kekerasan, maupun pornografi, serta harus berasal dari koleksi perpustakaan di wilayah Kalimantan Selatan.
Peserta merupakan pelajar SMP/sederajat dari sekolah negeri maupun swasta di Kalsel, dengan masing-masing sekolah dapat mengirimkan maksimal dua peserta.
Panitia menegaskan karya resensi harus merupakan karya asli, belum pernah dilombakan atau dipublikasikan, serta tidak menggunakan bantuan kecerdasan buatan. Setiap peserta hanya diperkenankan mengirimkan satu karya.
Naskah resensi disusun dengan struktur yang meliputi judul, identitas buku, pendahuluan, ringkasan, analisis, evaluasi, refleksi, dan kesimpulan, dengan panjang tulisan antara 600 hingga 900 kata dan tingkat kemiripan maksimal 20 persen.
Selain itu, peserta wajib membuat video pembacaan resensi berdurasi 3 hingga 5 menit yang menampilkan buku dan wajah peserta, serta tetap tersedia di kanal YouTube minimal selama satu tahun.
Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas naskah dan penampilan saat presentasi di hadapan dewan juri. Keputusan juri bersifat final.
Sri Mawarni menambahkan, peserta yang mengikuti lomba memberikan izin kepada Perpustakaan Nasional dan Dispersip Kalsel untuk mempublikasikan karya mereka untuk kepentingan edukasi dan promosi literasi dengan tetap mencantumkan nama penulis.
Pengumuman pemenang akan dilakukan setelah tahap presentasi pada 12 Mei 2026, dengan total hadiah sebesar Rp9 juta untuk juara I, II, dan III.
Jumlah peserta dibatasi sebanyak 50 orang. Apabila kuota terpenuhi sebelum batas akhir pendaftaran, maka pendaftaran akan ditutup lebih awal. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui akun Instagram resmi Dispersip Kalsel atau panitia penyelenggara.


