Komisi IX DPR RI Soroti Stunting dan Program MBG di Kalsel

Banua Tv, Banjarbaru – Kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ke Provinsi Kalimantan Selatan menjadi momentum evaluasi sejumlah isu strategis daerah, mulai dari ketenagakerjaan hingga penanganan stunting.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyambut positif perhatian dan masukan dari legislatif pusat tersebut.
Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin menyampaikan bahwa dalam pertemuan tersebut telah dipaparkan berbagai program dan tantangan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kesehatan, serta perangkat daerah lainnya.
“Banyak hal yang sudah disampaikan dari dinas-dinas provinsi, baik dari Disnakertrans maupun Dinas Kesehatan. Kami sangat menyambut positif apa yang menjadi perhatian dan masukan dari Komisi IX. Mudah-mudahan dengan adanya kunjungan ini, berbagai permasalahan yang dihadapi di daerah dapat dibantu penyelesaiannya,” kata Syarifuddin di Banjarbaru, Jumat (20/2/2026).
Salah satu isu krusial yang menjadi perhatian adalah penurunan angka stunting di Kalimantan Selatan.
Syarifuddin mengungkapkan, tren penurunan sudah terlihat signifikan, namun masih diperlukan kerja keras untuk mencapai target nasional.
“Memang sudah diakui bahwa penurunannya cukup signifikan. Namun kita tetap memiliki harapan dan target dari pusat. Harapan kita angka stunting bisa ditekan hingga 10 persen. Saat ini masih berada di kisaran 22 persen. Karena itu, diperlukan kerja sama semua pihak agar target tersebut bisa tercapai,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun dukungan legislatif, guna mempercepat penurunan stunting.
Selain itu, Komisi IX juga menyoroti pelaksanaan program MBG di Kalimantan Selatan yang masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
Pemerintah daerah berkomitmen melakukan pendekatan persuasif kepada pimpinan pondok pesantren untuk menggali kendala yang ada.
“Kami akan mencoba pendekatan dengan pimpinan pondok, apa kendalanya, apa permasalahannya. Harapan kita, jika sudah diketahui persoalannya, maka manfaat dari program MBG ini bisa diterima dan dirasakan bersama,” ujarnya.
Melalui kunjungan kerja ini, Pemprov Kalsel berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan strategis, khususnya di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan, demi peningkatan kualitas hidup masyarakat Banua.


