Kampus Inklusif ULM Cetak Prestasi, Mahasiswa Difabel Tunjukkan Daya Juang Tanpa Batas

Banua Tv, Banjarmasin – Semangat inklusivitas terus digaungkan di lingkungan Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Di tengah dinamika kehidupan kampus, puluhan mahasiswa difabel membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi dan berkontribusi.
Hingga tahun 2026, sebanyak 70 mahasiswa difabel tercatat aktif menempuh pendidikan di berbagai fakultas, seperti FKIP, Fakultas Pertanian, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, hingga Fakultas Teknik. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata komitmen ULM dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan setara.
Di antara mereka, nama Mutiara Ramadhani dan Alexander Dwiki Hermawan menonjol berkat capaian prestasi yang menginspirasi.
Mutiara merupakan mahasiswi Program Studi Kebutuhan Khusus FKIP ULM asal Balikpapan yang tinggal di Panti Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Netra dan Fisik (PRSPDNF). Selain aktif mengikuti perkuliahan, ia juga dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an dengan capaian hafalan lebih dari 15 juz.
Ketekunannya membuahkan hasil dengan raihan Juara 2 Cabang Tartil Sensorik Netra Putri pada Pekan Tilawatil Quran (PTQ) 2026 yang diselenggarakan oleh Radio Republik Indonesia (RRI). Prestasi tersebut menegaskan bahwa keterbatasan penglihatan tidak menghalangi seseorang untuk meraih pencapaian.
Sementara itu, Alexander Dwiki Hermawan atau Alex, yang memiliki kondisi low vision, menunjukkan prestasi di bidang seni dan olahraga sekaligus.
Di bidang seni, ia meraih Juara 2 Lomba Cipta dan Baca Puisi FLS2N tingkat Provinsi Kalimantan Selatan. Sedangkan di cabang olahraga atletik, Alex sukses meraih Medali Emas lari 100 meter dan 200 meter putra klasifikasi tunanetra T13 pada PeparProv Kandangan 2022, Medali Perak lompat jauh klasifikasi tunanetra T13 pada PeparProv Kandangan 2022, serta Medali Perunggu lari 400 meter klasifikasi tunanetra T12 pada PeParNas XVII Solo 2024.
Di tengah aktivitasnya yang padat, Alex tetap mampu menjaga prestasi akademik dengan IPK 3,90. Ia juga tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba Mahasiswa Berprestasi tingkat nasional khusus difabel sebagai perwakilan ULM.
Perwakilan Pusat Pengembangan Pendidikan Inklusif dan Layanan Disabilitas LPMPP ULM, Dr. Utomo, M.Pd, mengungkapkan apresiasinya terhadap capaian para mahasiswa tersebut.
“Ini sungguh luar biasa, kami merasa bangga dan mudah-mudahan nanti kedepannya tetap semangat mengikuti lomba lainnya. Semoga ini menjadi motivasi bagi teman-teman penyandang disabilitas yang lain untuk ikut mengembangkan bakat dan minatnya di bidang masing-masing” ucapnya.
Kisah Mutiara dan Alex menjadi gambaran nyata semangat juang mahasiswa difabel ULM yang terus berupaya meraih mimpi. Dengan dukungan lingkungan akademik yang inklusif, ULM menegaskan perannya sebagai ruang tumbuh bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali untuk berkarya dan memberi dampak positif bagi masyarakat.


