Inovasi Jeli KIA, Puskesmas Tanah Habang Perkuat Jejaring Cegah Kematian Ibu dan Bayi

Banua Tv, Balangan – UPTD Puskesmas Tanah Habang terus menghadirkan terobosan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui program Jeli KIA (Jejaring Peduli Kesehatan Ibu dan Anak).
Inovasi berbasis kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di wilayah kerja Puskesmas Tanah Habang.
Program Jeli KIA dibangun sebagai jejaring terpadu yang melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, aparat desa, tokoh masyarakat, hingga keluarga ibu hamil dan balita.
Melalui pendekatan ini, pemantauan kesehatan ibu hamil, ibu nifas, bayi, dan balita dapat dilakukan secara lebih cepat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Kepala UPTD Puskesmas Tanah Habang, Gusti Rahmiati, Kamis (15/1/2026) menyampaikan bahwa inovasi Jeli KIA hadir sebagai solusi atas berbagai tantangan pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya terkait keterlambatan deteksi risiko kehamilan dan rujukan kegawatdaruratan.
Dengan adanya Jeli KIA, komunikasi antar jejaring menjadi lebih efektif sehingga penanganan kesehatan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Melalui Jeli KIA, setiap ibu hamil berisiko dapat terpantau secara rutin, baik oleh tenaga kesehatan maupun kader di lapangan. Jika ditemukan tanda bahaya, maka tindak lanjut dapat segera dilakukan,” ujarnya.
Dalam implementasinya, program Jeli KIA memanfaatkan berbagai media komunikasi, seperti grup WhatsApp dan pencatatan sederhana berbasis komunitas. Pola ini memungkinkan informasi kesehatan ibu dan anak tersampaikan dengan cepat, sekaligus memperkuat koordinasi lintas peran di tingkat desa.
Selain pemantauan kesehatan, Jeli KIA juga mengedepankan edukasi kesehatan, pendampingan ibu hamil, serta penguatan peran keluarga sebagai bagian penting dari upaya pencegahan risiko kehamilan dan persalinan.
“Sejak diterapkannya inovasi Jeli KIA, UPTD Puskesmas Tanah Habang mencatat peningkatan cakupan pemantauan ibu hamil, kepatuhan kunjungan antenatal care (ANC), serta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan ibu dan anak,” ungkapnya.
Gusti Rahmiati berharap inovasi Jeli KIA dapat terus dikembangkan dan direplikasi di wilayah lain sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan ibu dan anak yang sehat, selamat, dan sejahtera, sekaligus mendukung agenda nasional peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.


