Hotel Bintang 4 Masih Tangguh di Tengah Penurunan Hunian Hotel Kalsel

Banua Tv, Banjarbaru – Di tengah penurunan tingkat hunian hotel berbintang di Kalimantan Selatan pada akhir 2025, hotel bintang 4 masih mampu mempertahankan performa terbaik dibandingkan kelas hotel lainnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Desember 2025 berada di bawah capaian bulan sebelumnya.
“TPK Desember 2025 mencapai 59,80 persen atau turun 0,96 poin dibanding TPK November 2025 yang sebesar 60,75 persen,” ujar Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, di Banjarbaru, Selasa (3/2/2026).
Jika dibandingkan secara tahunan, tingkat hunian hotel berbintang juga menunjukkan pelemahan.
Apabila dibandingkan dengan TPK pada periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Desember 2024 yang sebesar 64,72 persen, terjadi penurunan sebesar 4,92 poin.
Meski demikian, berdasarkan klasifikasi hotel, segmen hotel bintang 4 tetap menjadi pilihan utama tamu.
“Berdasarkan klasifikasi hotel bintang, pada Desember 2025, TPK tertinggi dicapai oleh klasifikasi hotel bintang 4, yaitu sebesar 65,03 persen, sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel bintang 1 sebesar 42,13 persen,” ujar Hanief.
Selain tingkat hunian, durasi menginap tamu hotel berbintang juga mengalami koreksi pada Desember 2025, mencerminkan perubahan pola perjalanan wisata.
Hanief menyebut, Rata–Rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel bintang di Kalimantan Selatan pada Desember 2025 adalah sebesar 1,42 malam, mengalami penurunan sebesar 0,16 poin jika dibandingkan November 2025 yang sebesar 1,58 malam.
Dilihat dari klasifikasi hotel pada Desember 2025, RLM tertinggi terjadi pada hotel bintang 3 yaitu selama 1,50 malam dan terendah terjadi pada hotel bintang 2 yaitu selama 1,12 malam.
Sementara itu, pada hotel nonbintang, durasi menginap relatif singkat dengan perbedaan tipis antar kelompok kamar.
“Dilihat dari kelompok kamar pada Desember 2025, RLM tertinggi pada hotel nonbintang terjadi pada kelompok kamar <10 yaitu selama 1,09 malam dan yang terendah terjadi pada kelompok jumlah kamar 10-24 yaitu selama 1,03 malam,” tutur Hanief.
Di sisi lain, BPS mencatat aktivitas perjalanan wisatawan nusantara asal Kalimantan Selatan sepanjang 2025 justru menunjukkan tren meningkat.
Lebih lanjut, Pada Januari–November 2025, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) asal Kalimantan Selatan pada periode Januari–Desember 2025 menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pada Januari–Desember 2025, perjalanan wisnus asal Kalimantan Selatan mencapai 20,53 juta perjalanan.
“Sepanjang periode tersebut, jumlah perjalanan wisnus tertinggi terjadi pada April 2025 yang mencapai 2,08 juta perjalanan. Sepanjang periode Januari-Desember 2025 Kabupaten Banjar tercatat sebagai daerah asal dengan jumlah perjalanan wisnus tertinggi,” jelasnya.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun mobilitas masyarakat meningkat, dampaknya terhadap tingkat hunian dan lama menginap hotel belum sepenuhnya merata di seluruh kelas akomodasi di Kalimantan Selatan.


