Banua Tv, Gorontalo – Pemerintah pusat mengucurkan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk mendukung program hilirisasi ayam terintegrasi di Provinsi Gorontalo.

Kucuran anggaran tersebut menjadi hasil konkret dari rangkaian perjalanan dinas dan pendekatan intensif Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, ke Jakarta selama hampir sepuluh bulan masa kepemimpinannya.
Program strategis nasional itu akan diwujudkan melalui pembangunan total 336 unit industri ayam baru di Gorontalo. Pembangunan tersebut mencakup fasilitas rumah potong hewan (RPH), pabrik pakan ternak, serta pabrik ayam broiler dan pullet yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Anggaran besar yang dikucurkan pemerintah pusat dinilai sebagai jawaban nyata atas upaya serius Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam meyakinkan pusat bahwa daerah tersebut memiliki potensi dan kesiapan untuk mendukung program nasional berbasis ketahanan pangan dan peternakan.
Pemilihan Gorontalo sebagai lokasi tahap pertama program hilirisasi ayam terintegrasi bukan tanpa pertimbangan.
Gubernur Gusnar Ismai menyatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kerja nyata seluruh pihak dalam memajukan daerah.
Selama hampir sepuluh bulan, Gusnar Ismail memilih bekerja secara senyap untuk menunjukkan kesiapan Gorontalo sebagai wilayah strategis bagi pengembangan industri peternakan berskala nasional.
“Dari total 13 provinsi yang dipertimbangkan, Gorontalo mendapatkan kepercayaan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi daerah pertama pelaksana program hilirisasi ayam terintegrasi,” ujarnya.
Gubernur menegaskan, kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat merupakan buah dari komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Gorontalo melalui penguatan sektor ekonomi berbasis peternakan.
Program hilirisasi ayam terintegrasi senilai Rp1,2 triliun tersebut dijadwalkan akan dicanangkan secara resmi pada 7 Januari 2026.
Program ini diharapkan menjadi tonggak baru pembangunan ekonomi Gorontalo, sekaligus mendorong terciptanya lapangan kerja, peningkatan nilai tambah produk peternakan, serta penguatan ketahanan pangan daerah dan nasional.


