in ,

Enam DPC PPP Gorontalo Bulat Pilih Awaludin, Tedy Neu: Ini Momentum Kebangkitan Kader

Banua Tv, Gorontalo – Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Gorontalo menjadi titik balik penting bagi konsolidasi internal partai. 

~ Advertisements ~

Enam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP kabupaten/kota secara bulat merekomendasikan H. Awaludin Pauweni sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Gorontalo.

Keputusan tersebut dinilai bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan cerminan harapan kolektif kader yang menginginkan kebangkitan PPP di Gorontalo. 

Hal itu disampaikan tokoh PPP Gorontalo, Tedy Neu, yang menilai Awaludin sebagai figur pemersatu dan kader murni partai.

“Haji Awaludin adalah simbol pemersatu dan representasi semangat perjuangan PPP yang selama ini dirindukan oleh kader,” ujar Tedy dalam keterangannya.

Tedy mengingatkan bahwa sejarah PPP Gorontalo pernah mencatat capaian positif meskipun dipimpin oleh figur dengan posisi politik yang terbatas. 

Ia mencontohkan periode kepemimpinan Sofyan Puhi yang hanya berstatus anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, namun mampu menjaga soliditas kader hingga PPP tetap memiliki wakil di DPR RI.

“Sejarah membuktikan bahwa kekuatan PPP tidak ditentukan oleh jabatan elit, tetapi oleh legitimasi kepemimpinan dan kepercayaan kader,” katanya.

Menurut Tedy, kemunduran PPP Gorontalo mulai terjadi ketika Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP mengintervensi hasil Muswil dengan menunjuk Muhalim Liti sebagai Ketua Wilayah. 

Intervensi tersebut, kata dia, memicu faksionalisasi internal dan meruntuhkan soliditas organisasi.

“Sejak itu PPP Gorontalo memasuki fase rapuh. Semangat kader menurun dan kursi DPR RI yang sebelumnya diraih akhirnya lepas,” ujarnya.

Harapan sempat kembali muncul ketika kepemimpinan wilayah dikembalikan kepada Prof. Nelson Pomalingo yang kala itu menjabat sebagai Bupati Gorontalo. Namun, menurut Tedy, ekspektasi kader tidak terjawab secara nyata.

“Energi struktural tidak terkonsolidasi dan PPP kembali gagal merebut kursi DPR RI,” kata Tedy.

Ia menilai keputusan enam DPC yang secara bulat memilih Awaludin merupakan momentum kebangkitan yang telah lama dinantikan. Namun, Tedy mengingatkan adanya kekhawatiran di kalangan kader terkait isu kemungkinan pengalihan kepemimpinan kepada figur lain oleh DPP.

“Jika aspirasi Muswil kembali diabaikan, itu sama saja mengulang sejarah kelam yang mematikan semangat kader dan mempertaruhkan masa depan elektoral PPP Gorontalo,” tegasnya.

Sebagai catatan konstruktif, Tedy menegaskan bahwa PPP Gorontalo tidak kekurangan kader potensial. Menurutnya, persoalan utama selama ini adalah pengabaian terhadap kedaulatan organisasi daerah.

“Kunci kebangkitan PPP di Gorontalo adalah menghormati keputusan Musyawarah Wilayah. Tanpa itu, kepercayaan kader akan terus terkikis dan kegagalan hanya akan berulang,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Kalsel Tegaskan Peran Strategis Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Nasional

Wapres Gibran Pastikan Kunjungi Balangan, Tinjau Langsung Dampak Banjir Bandang Tebing Tinggi