Tangkapan layar video aktivitas pemompaan air keluar dari wilayah perkebunan sawit yang diduga milik PT Palmina Utama.
in , ,

DPRD Kabupaten Banjar Panggil PT Palmina Utama Terkait Dugaan Penyebab Banjir

DPRD Kabupaten Banjar Panggil PT Palmina Utama Terkait Dugaan Penyebab Banjir

~ Advertisements ~

Banua Tv, Banjar – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar mengambil langkah tegas menyikapi keluhan warga terkait banjir yang merendam sejumlah desa di Kecamatan Cintapuri Darussalam. 

Perusahaan sawit PT Palmina Utama, anak usaha Julong Group Indonesia, dijadwalkan dipanggil untuk dimintai klarifikasi atas dugaan pemompaan air dari lahan perkebunan ke luar area perusahaan.

Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Agus Maulana mengatakan pemanggilan dilakukan melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang akan melibatkan Komisi II dan Komisi III DPRD. 

Agenda tersebut difokuskan untuk membahas langkah penanganan serta upaya mitigasi dampak banjir yang dirasakan masyarakat.

“Pemanggilan ini merespons keluhan warga. Saat ini PT Palmina Utama diduga sebagai salah satu penyebab banjir di beberapa desa,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

Agus menjelaskan, RDP yang dijadwalkan Kamis (22/1/2026) akan memprioritaskan pemanggilan PT Palmina Utama terlebih dahulu. Perusahaan lain baru akan dipertimbangkan untuk dipanggil setelah hasil pertemuan awal tersebut dievaluasi. 

DPRD menilai, keberadaan tanggul perusahaan yang cukup tinggi diduga turut memengaruhi aliran air dari kawasan perkebunan ke wilayah permukiman warga.

Senada, Anggota DPRD Kabupaten Banjar Rahmat Saleh menyampaikan bahwa laporan masyarakat mengindikasikan adanya aktivitas pembuangan air menggunakan pompa dari lahan sawit perusahaan. 

Air tersebut disebut mengalir keluar area perkebunan dan menyebabkan genangan di delapan desa di Kecamatan Cintapuri Darussalam.

“PT Palmina Utama memiliki sekitar 10 ribu hektar lahan sawit. Air dari lahan itu dipompa dan dibuang keluar, dan itu yang diduga menyebabkan beberapa desa terendam,” ucapnya.

Rahmat menekankan pentingnya verifikasi lapangan untuk memastikan sumber permasalahan. 

Ia meminta Dinas Pertanian Kabupaten Banjar melakukan pendataan dan peninjauan langsung terhadap titik-titik aliran air di kawasan perkebunan.

“Kami juga mengusulkan agar pemanggilan nantinya tidak hanya kepada PT Palmina Utama. Namun saat ini aduan masyarakat memang lebih banyak mengarah kepada perusahaan tersebut,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Palmina Utama belum memberikan keterangan resmi. DPRD Kabupaten Banjar menyatakan masih menunggu kehadiran manajemen perusahaan dalam agenda RDP guna memperoleh penjelasan langsung terkait dugaan penyebab banjir tersebut.

Tinggalkan Balasan

MK Tegaskan Wartawan Tak Bisa Langsung Dipidana, Sengketa Pers Wajib Lewat Dewan Pers

Seleksi POPDA 2026 Balangan, Ratusan Atlet Pelajar Disaring Menuju Pembinaan Intensif