Peringatan HUT ke-47 Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru, Senin (26/1/2026). Foto: MC Kalsel
in , ,

Disdikbud Kalsel Siapkan Pamong Budaya Muda Demi Keberlanjutan Museum Lambung Mangkurat

Disdikbud Kalsel Siapkan Pamong Budaya Muda Demi Keberlanjutan Museum Lambung Mangkurat

~ Advertisements ~

Banua Tv, Banjarbaru – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Museum Lambung Mangkurat terus memperkuat upaya pelestarian nilai sejarah dan budaya daerah dengan menyiapkan langkah strategis regenerasi sumber daya manusia. 

Di tengah tantangan perubahan zaman, museum kini memprioritaskan kaderisasi generasi muda untuk terlibat aktif sebagai Pamong Budaya.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, menyampaikan bahwa selama ini berbagai aktivitas dan program kebudayaan di Museum Lambung Mangkurat lahir dari ide serta dedikasi para Pamong Budaya. Namun, ia mengakui adanya penurunan minat generasi muda untuk terjun ke bidang kebudayaan, seiring meningkatnya ketertarikan pada sektor sains dan teknologi.

“Kegiatan di Museum Lambung Mangkurat itu kan ide dan yang melaksanakan dari kawan-kawan Pamong Budaya. Ternyata saat ini semakin berkurang. Anak muda memang lebih banyak ke sains, teknologi, dan lain sebagainya,” ujar Tantri, pada peringatan HUT ke-47 Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru, Senin (26/1/2026).

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Disdikbud Kalsel, mengingat peran Pamong Budaya dinilai strategis dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan museum sekaligus mentransformasikan nilai-nilai budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Sebagai langkah antisipasi, Tantri menegaskan pentingnya upaya nyata untuk menjaring dan menyiapkan kader muda yang memiliki ketertarikan serta kepedulian terhadap dunia kebudayaan. 

Ia pun memberikan arahan langsung kepada jajaran bidang kebudayaan dan pengelola Museum Lambung Mangkurat.

“Saya berpesan kepada rekan-rekan, baik bidang kebudayaan maupun Museum Lambung Mangkurat, kita mempersiapkan kader-kader anak muda untuk jadi Pamong Budaya di Museum Lambung Mangkurat,” tegasnya.

Menurut Tantri, regenerasi Pamong Budaya tidak hanya bertujuan menjaga keberlangsungan institusi museum, tetapi juga diharapkan mampu menghadirkan inovasi baru dalam pengelolaan dan penyajian koleksi sejarah agar lebih relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui keterlibatan generasi muda, Museum Lambung Mangkurat diharapkan tetap menjadi ruang edukasi dan pelestarian budaya Banua yang adaptif, inklusif, dan mampu menjembatani nilai-nilai tradisi dengan dinamika masyarakat modern.

Tinggalkan Balasan

Satpol PP dan Damkar Kalsel Tegaskan Kesiapsiagaan Dukung Penanganan Banjir

ULM Perluas Pendidikan Dokter Spesialis, Jawab Tantangan Kekurangan Tenaga Medis