BPBD Balangan Fokuskan Pemulihan Psikologis Anak Pascabencana Lewat Trauma Healing

Banua Tv, Balangan – Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Balangan tidak hanya menyasar perbaikan fisik, tetapi juga kesehatan mental, khususnya bagi anak-anak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menggelar kegiatan trauma healing bagi siswa SD Negeri Tebing Tinggi, Kecamatan Tebing Tinggi, sebagai bagian dari penanganan dampak bencana yang terjadi akhir tahun lalu, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini menjadi titik ke-sembilan dari sepuluh lokasi trauma healing yang telah direncanakan BPBD Balangan.
Fokus utama diarahkan pada anak-anak sekolah dasar sebagai kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan psikososial agar dapat kembali menjalani aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari secara normal.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Balangan, Sairil Fajeri mengatakan pendekatan pemulihan psikologis sejak dini sangat penting untuk mencegah dampak trauma berkepanjangan.
Ia menyebutkan respons anak-anak selama kegiatan menunjukkan hasil yang menggembirakan.
“Alhamdulillah anak-anak terlihat ceria dan senang. Harapan kami keceriaan ini bisa berlanjut hingga ke lingkungan tempat tinggal mereka, sehingga mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan baik setelah bencana,” ujarnya.
Pelaksanaan trauma healing dilakukan melalui sinergi lintas sektor antara BPBD Balangan, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Kalimantan Selatan, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Ketua HIMPSI Wilayah Kalimantan Selatan, Sukma Noor Akbar menjelaskan pihaknya menerjunkan enam psikolog untuk memberikan dukungan psikologis awal sekaligus melakukan pemantauan kondisi mental anak-anak terdampak bencana.
“Dari hasil pengamatan, anak-anak masih menunjukkan keceriaan dan semangat, salah satunya melalui kegiatan menggambar. Dari gambar tersebut dapat terlihat kondisi psikologis anak, apakah mengalami trauma atau tidak, dan sejauh ini kondisinya cukup baik,” jelasnya.
Sementara Kepala SD Negeri Tebing Tinggi, Rusmili menilai kegiatan trauma healing memberikan dampak positif bagi siswa.
Menurutnya, aktivitas tersebut membantu mengembalikan semangat belajar dan keceriaan anak-anak setelah mengalami situasi bencana.
“Kami sangat berterima kasih karena anak-anak terlihat terhibur dan kembali ceria seperti biasanya. Harapannya ke depan Kecamatan Tebing Tinggi bisa pulih sepenuhnya, termasuk kesehatan dan kondisi psikologis anak-anak,” tambahnya.
Melalui program trauma healing ini, BPBD Balangan berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih menyeluruh, tidak hanya memulihkan lingkungan fisik, tetapi juga memperkuat ketahanan mental anak-anak sebagai generasi penerus di wilayah terdampak.


