Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor sebagai upaya memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan yang digelar Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Rabu (21/1/2026). Foto: MC Kalsel
in , ,

BKKBN Kalsel Desak Perluasan MBG 3B di Tanah Laut dan Batola

BKKBN Kalsel Desak Perluasan MBG 3B di Tanah Laut dan Batola

~ Advertisements ~

Banua Tv, Banjarmasin – Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Farah Adibah, menyoroti masih terbatasnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) di Kalimantan Selatan. Padahal, layanan MBG 3B dinilai sangat krusial sebagai intervensi langsung dalam upaya pencegahan stunting.

“Kami mohon dukungan TP PKK agar dapat membantu mendorong SPPG yang belum melayani MBG 3B, termasuk di Kabupaten Tanah Laut dan Barito Kuala, agar segera melaksanakan layanan tersebut,” kata Farah Adibah pada Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor yang digelar Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, Rabu (21/1/2026).

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kalimantan Selatan tercatat mencapai 22,9 persen, angka yang masih berada di atas rata-rata nasional. 

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting membutuhkan penguatan koordinasi lintas sektor serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga organisasi masyarakat.

Farah juga menyinggung adanya penurunan dana operasional transfer dari bantuan operasional. Meski demikian, ia memastikan komitmen pemerintah pusat terhadap program percepatan penurunan stunting tetap terjaga.

“Insya Allah akan ada dukungan anggaran dari Badan Gizi Nasional. Ini menunjukkan komitmen dalam percepatan pencegahan stunting,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhidin menegaskan bahwa sinergi lintas sektor merupakan kunci utama untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan efektif.

“Sinergi seluruh pemangku kepentingan, khususnya seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), menjadi kunci untuk menjangkau masyarakat Kalimantan Selatan secara lebih luas,” katanya.

Ia menambahkan, TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen penuh mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang telah disiapkan.

“Kami berharap agar seluruh pihak dapat segera berkoordinasi untuk turun langsung ke lapangan dalam program pencanangan penurunan stunting, termasuk meninjau dapur MBG, khususnya MBG 3B,” kata Fathul Jannah.

Melalui penguatan layanan MBG 3B dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama TP PKK dan BKKBN berharap upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal dan menyentuh kelompok sasaran secara tepat.

Tinggalkan Balasan

RSUD Ansari Saleh Kalsel Tambah Mesin Cuci Darah dan Hadirkan Kemoterapi 2026

Perkelahian Berdarah Jelang Magrib di Balangan, Satu Orang Tewas