Sampel Ikan Asin Takisung Diuji Laboratorium, Dislautkan Kalsel Perkuat Perlindungan Konsumen
in , , ,

Sampel Ikan Asin Takisung Diuji Laboratorium, Dislautkan Kalsel Perkuat Perlindungan Konsumen

Sampel Ikan Asin Takisung Diuji Laboratorium, Dislautkan Kalsel Perkuat Perlindungan Konsumen

Banua Tv,Tanah Laut – Keamanan ikan asin yang dipasarkan kepada masyarakat menjadi perhatian Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan. Melalui pengawasan terpadu di Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, petugas mengambil sampel produk dari sejumlah pedagang dan pelaku usaha pengolahan ikan kering untuk menjalani pengujian laboratorium.

Kegiatan yang menyasar kawasan Pantai Takisung dan sekitarnya ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan produk. Petugas juga berdialog langsung dengan pedagang dan pengolah ikan asin untuk menggali informasi mengenai proses produksi, penggunaan bahan tambahan, penanganan bahan baku, hingga penerapan prinsip keamanan pangan.

Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono, mengatakan pengawasan keamanan dan mutu hasil perikanan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kualitas produk tidak hanya berkaitan dengan kesehatan konsumen, tetapi juga memengaruhi kepercayaan masyarakat dan daya saing hasil perikanan daerah.

“Produk hasil perikanan yang beredar di masyarakat harus terjamin keamanan dan mutunya. Karena itu, pengawasan perlu dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi terkait, sekaligus memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai pentingnya proses pengolahan yang higienis dan sesuai ketentuan,” ujar Rusdi di Banjarbaru, Selasa (3/11/2026).

Pengawasan tersebut melibatkan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Banjarbaru, Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP), Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tanah Laut, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut.

Dalam kegiatan itu, tim gabungan melakukan pemeriksaan sekaligus memberikan edukasi kepada pelaku usaha. Sampel ikan asin yang diambil dari sejumlah pedagang dan pengolah selanjutnya akan diuji di laboratorium untuk mengetahui kondisi keamanan produk serta kesesuaiannya dengan ketentuan yang berlaku.

Rusdi menegaskan, pengawasan tidak semata-mata bertujuan memeriksa produk, tetapi juga mendorong pelaku usaha memahami tanggung jawab dalam menjaga kualitas pangan yang mereka hasilkan.

“Kami ingin pengawasan ini juga menjadi sarana edukasi bagi para pelaku usaha. Mereka perlu memahami bahwa menjaga kebersihan, kualitas bahan baku, serta proses pengolahan yang benar merupakan bagian penting dalam menghasilkan produk perikanan yang aman dan berkualitas,” tambahnya.

Ia menilai keterlibatan lintas instansi menjadi faktor penting untuk memperkuat pengawasan pangan hasil perikanan. Setiap instansi dapat berkontribusi sesuai tugas dan kewenangannya sehingga pemeriksaan dan pembinaan dapat berjalan lebih optimal.

Melalui kegiatan tersebut, Dislautkan Kalsel berharap pedagang dan pengolah ikan asin semakin memahami pentingnya menjaga keamanan serta mutu produk. Upaya ini juga diharapkan mendukung keberlangsungan usaha masyarakat pesisir agar produk perikanan lokal memiliki nilai ekonomi sekaligus memenuhi standar keamanan pangan.

“Tujuan akhirnya adalah melindungi konsumen sekaligus mendorong pelaku usaha perikanan agar terus meningkatkan kualitas produknya. Dengan produk yang aman dan bermutu, kepercayaan masyarakat terhadap hasil perikanan daerah juga akan semakin kuat,” tutup Rusdi.

Tinggalkan Balasan

Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Dispar Kalsel Fokus Benahi Lima Sektor Pariwisata