Daya Tukar Petani Kalsel Menguat, Subsektor Hortikultura Catat NTP 116,90 Persen
Banua Tv,Banjarbaru – Daya tukar petani di Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan positif. Pada Oktober 2026, Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor tanaman pangan mencapai 114,79 persen, sedangkan hortikultura mencatat angka lebih tinggi, yakni 116,90 persen.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan, NTP tanaman pangan meningkat dari 102,22 persen pada Oktober 2025 menjadi 114,79 persen pada Oktober 2026. Sementara itu, NTP hortikultura naik dari 102,96 persen menjadi 116,90 persen pada periode yang sama.
Peningkatan tersebut menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian daerah. Namun, capaian angka statistik ini juga perlu diikuti upaya berkelanjutan agar perbaikan daya tukar benar-benar berdampak terhadap kondisi ekonomi dan kesejahteraan petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menyebut peningkatan NTP sebagai perkembangan yang perlu dijaga melalui penguatan kinerja sektor pertanian.
“NTP menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun membiayai kegiatan usaha taninya,” kata Syamsir, Rabu (4/11/2026).

Ia menjelaskan, kenaikan NTP pada sejumlah subsektor menunjukkan adanya perbaikan nilai yang diterima petani dibandingkan dengan pengeluaran yang harus mereka keluarkan. Kondisi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan petani.
“Kondisi ini diharapkan dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani,” harapnya.
Menurut Syamsir, peningkatan NTP tidak cukup hanya dibaca sebagai capaian angka statistik. Diperlukan langkah nyata untuk memperkuat posisi petani, mulai dari meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian, menekan biaya usaha tani, memperkuat kelembagaan petani, hingga memperluas akses pemasaran.
Ia juga mendorong seluruh jajaran pertanian di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk menjadikan capaian tersebut sebagai motivasi dalam meningkatkan kinerja sektor pertanian.
Sinergi pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan kelompok tani dinilai penting agar peningkatan produktivitas serta daya saing hasil pertanian dapat terus dipertahankan.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel pun optimistis sektor pertanian tetap menjadi salah satu penopang perekonomian daerah. Tantangan berikutnya adalah memastikan tren positif NTP berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.


