Bukan Sekadar Serapan Anggaran, BRIDA Kalsel Tekankan Hasil Nyata APBD 2027
in , , ,

Bukan Sekadar Serapan Anggaran, BRIDA Kalsel Tekankan Hasil Nyata APBD 2027

Bukan Sekadar Serapan Anggaran, BRIDA Kalsel Tekankan Hasil Nyata APBD 2027

Banua Tv,Banjarbaru – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan menekankan pentingnya perencanaan yang matang, koordinasi, dan akuntabilitas untuk memastikan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027 berjalan efektif serta menghasilkan manfaat nyata.

Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Persiapan Pelaksanaan Kegiatan APBD Tahun Anggaran 2027 yang digelar BRIDA Kalsel bersama UPTD Kebun Raya Banua di Banjarbaru, Rabu (28/10/2026).

Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Thaufik Hidayat, menyampaikan bahwa persiapan sejak tahap perencanaan menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh program dan kegiatan berjalan sesuai prioritas organisasi, ketentuan peraturan perundang-undangan, serta prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan anggaran tidak cukup dinilai dari besarnya serapan dana. Kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap ketentuan, kualitas hasil, serta manfaat bagi organisasi dan masyarakat juga menjadi tolok ukur penting.

“Keberhasilan pelaksanaan APBD tidak hanya diukur dari terserapnya anggaran, tetapi juga dari kesesuaian pelaksanaan dengan perencanaan, ketepatan waktu, kepatuhan terhadap ketentuan, kualitas hasil, serta manfaat nyata yang dihasilkan bagi organisasi dan masyarakat,” ujarnya.

Untuk mendukung pencapaian tersebut, seluruh perangkat pelaksana diminta memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing, memastikan kesiapan dokumen perencanaan dan penganggaran, serta mengidentifikasi potensi hambatan sebelum kegiatan memasuki tahap pelaksanaan.

Thaufik juga menyoroti sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam persiapan APBD 2027, di antaranya penyelarasan perencanaan dengan target kinerja, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa sesuai ketentuan, serta pengelolaan anggaran secara tertib dan akuntabel.

“Penguatan koordinasi dan pengendalian juga sangat penting agar seluruh kegiatan dapat terlaksana tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan hasil yang optimal. Karena itu, setiap potensi kendala perlu diidentifikasi sejak tahap perencanaan sehingga dapat disiapkan langkah antisipasi sebelum memasuki tahap pelaksanaan,” jelasnya.

Rapat tersebut juga diharapkan menjadi ruang evaluasi bagi jajaran BRIDA Kalsel dan UPTD Kebun Raya Banua untuk mengidentifikasi aspek yang perlu diperbaiki serta merumuskan tindak lanjut yang konkret.

Selain itu, kesamaan pemahaman mengenai peran dan tanggung jawab setiap pegawai dinilai penting agar pelaksanaan program berlangsung terpadu, disiplin, dan berorientasi pada hasil yang terukur.

“Setiap kegiatan harus memiliki tujuan yang jelas, dilaksanakan sesuai ketentuan, dan memberikan hasil yang dapat diukur. Pelaksanaan anggaran harus diarahkan untuk mendukung pencapaian sasaran organisasi secara optimal,” tegasnya.

Sebagai institusi yang menjalankan tugas di bidang riset dan inovasi daerah, BRIDA Kalsel dituntut terus meningkatkan kualitas kinerja serta memperkuat tata kelola organisasi. Pengelolaan anggaran karena itu tidak hanya berorientasi pada pemenuhan administrasi, tetapi juga harus mendukung program strategis dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Melalui persiapan tersebut, BRIDA Kalsel dan UPTD Kebun Raya Banua diharapkan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam aspek perencanaan, administrasi, pengadaan barang dan jasa, serta pengelolaan keuangan. Seluruh aspek itu menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan kegiatan APBD 2027 berjalan efektif, tertib, dan akuntabel.

Tinggalkan Balasan

Bukan Sekadar Tempat Koleksi Sejarah, Museum Lambung Mangkurat Siapkan Program Lebih Inovatif

Jadwal DPRD Kalsel November 2026 Disepakati, Pemprov Siap Fasilitasi