Bukan Sekadar Tempat Koleksi Sejarah, Museum Lambung Mangkurat Siapkan Program Lebih Inovatif
in , , , ,

Bukan Sekadar Tempat Koleksi Sejarah, Museum Lambung Mangkurat Siapkan Program Lebih Inovatif

Bukan Sekadar Tempat Koleksi Sejarah, Museum Lambung Mangkurat Siapkan Program Lebih Inovatif

Banua Tv,Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat berupaya mengembangkan layanan dan program yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat melalui kajian karakteristik, minat, dan pengalaman pengunjung. Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Kajian Pengunjung dan Program Museum Tahun 2026 yang digelar UPTD Museum Lambung Mangkurat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, Selasa (27/10/2026).

Kegiatan ini melibatkan 25 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pemangku kepentingan bidang permuseuman dan kebudayaan, humas museum, Dewan Kesenian Banjarbaru, Dewan Kesenian Banjarmasin, hingga perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK di Banjarmasin.

Kalangan akademisi juga turut dilibatkan melalui kehadiran dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Beragam perspektif tersebut diharapkan dapat memperkaya perumusan program museum yang menghubungkan pelestarian budaya, pendidikan, dan kebutuhan masyarakat.

Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, melalui Kepala UPTD Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya, menyampaikan bahwa museum perlu terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pelayanan dan program yang ditawarkan harus mampu menjawab dinamika kebutuhan masyarakat agar tetap relevan, menarik, inovatif, dan mudah diakses berbagai kalangan.

Menurut Ady, kajian pengunjung menjadi langkah penting untuk memahami pengalaman sekaligus harapan masyarakat terhadap Museum Lambung Mangkurat. Hasilnya diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun program yang lebih terarah dan inklusif.

“Forum strategis ini menghimpun pemikiran, pengalaman, saran, serta rekomendasi dari para narasumber, tenaga ahli, dan seluruh peserta yang hadir. Diharapkan, hasil kajian dari kegiatan ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam menyusun program museum yang lebih terarah, inovatif, inklusif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masa mendatang,” ujar Ady melalui siaran pers, Rabu (28/10/2026).

Pelaksanaan kajian dilakukan melalui sejumlah tahapan, meliputi persiapan dan penyusunan rencana kerja, diskusi bersama narasumber atau tenaga ahli, pengumpulan data melalui kuesioner kepada pengunjung, serta pengolahan dan analisis data.

Data yang terkumpul selanjutnya akan digunakan untuk menyusun rekomendasi pengembangan program Museum Lambung Mangkurat sekaligus mengevaluasi kegiatan yang telah berjalan. Dengan pendekatan tersebut, pengembangan museum diharapkan tidak hanya bertumpu pada penyelenggaraan program, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan dan pengalaman masyarakat yang mengunjunginya.

Ady berharap, kajian tersebut dapat memperkuat kualitas pelayanan sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan institusi pendidikan dan komunitas.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menjaring data serta informasi yang bermanfaat sebagai dasar evaluasi program yang telah berjalan, serta memperkaya sudut pandang guna merumuskan program museum yang lebih kolaboratif dengan dunia pendidikan dan komunitas,” pungkasnya.

Melalui kajian pengunjung ini, Museum Lambung Mangkurat diharapkan semakin optimal menjalankan perannya sebagai lembaga pelestarian warisan budaya, pusat pendidikan nonformal, sarana penelitian, sekaligus ruang pembelajaran yang terbuka bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Angin Kencang Rusak 42 Rumah di Martapura Barat, BPBD Banjar Salurkan Bantuan

Bukan Sekadar Serapan Anggaran, BRIDA Kalsel Tekankan Hasil Nyata APBD 2027