Siapa yang Berpeluang Wakili Kalsel di PON Pantai? Ini Hasil Kejurprov Renang Banua Tv,Banjarmasin – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Renang Perairan Terbuka Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026 menjadi salah satu tahapan untuk menjaring atlet potensial yang dipersiapkan menghadapi PON Pantai yang direncanakan berlangsung pada November mendatang. Seleksi difokuskan pada nomor 3.000 meter dan 5.000 meter putra-putri. Hasil perlombaan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan atlet yang akan dipersiapkan mewakili Kalsel, dengan memperhatikan kemampuan dan ketahanan fisik perenang. Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Akuatik Kalsel sekaligus Ketua Pelaksana, Djuhriannoor, mengatakan seleksi diarahkan untuk mengidentifikasi perenang yang memiliki potensi bersaing pada nomor jarak jauh. “Untuk seleksi ini, kita mempertandingkan nomor 3.000 meter dan 5.000 meter. Atlet yang lolos dari nomor 3.000 meter nantinya diproyeksikan naik ke nomor 5.000 meter, sedangkan atlet nomor 5.000 meter dipersiapkan untuk nomor 10.000 meter,” ujarnya, di Kolam Renang GOR Hasanudin HM, Banjarmasin, Senin (19/10/2026). Menurut Djuhriannoor, pemilihan nomor pertandingan juga menyesuaikan kondisi lokasi pelaksanaan seleksi. Meski demikian, sejumlah atlet dinilai memiliki daya tahan yang cukup baik untuk diproyeksikan mengikuti nomor 10.000 meter yang menuntut kemampuan fisik lebih tinggi. Pembinaan renang perairan terbuka di Kalsel, lanjutnya, mulai menunjukkan perkembangan. Hal itu terlihat dari keikutsertaan atlet daerah dalam sejumlah kejuaraan di luar provinsi, termasuk di Lampung dan Bali. “Hal tersebut terlihat dari keikutsertaan atlet daerah dalam sejumlah kejuaraan di luar provinsi, termasuk di Lampung dan Bali,” ungkapnya. Pengalaman bertanding di luar daerah menjadi modal untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengukur kesiapan atlet menghadapi persaingan yang lebih ketat. Namun, pembinaan masih perlu diperkuat agar semakin banyak perenang Kalsel yang siap bersaing pada nomor perairan terbuka. Djuhriannoor menegaskan, persiapan menuju PON Pantai tidak cukup hanya mengandalkan hasil seleksi di kolam renang. Para atlet juga perlu menjalani latihan langsung di perairan terbuka untuk beradaptasi dengan karakter perairan dan tuntutan daya tahan selama perlombaan. “Keterbatasan lokasi latihan menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan atlet. Karena itu, pemanfaatan lokasi latihan di perairan terbuka akan menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kesiapan para perenang,” ucapnya. Pada nomor 3.000 meter putra, RM. Rizky Hendrawan Utama dari Banjarmasin meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Alzema Ghaisan Mirza dari Kabupaten Tabalong, sedangkan Zia Fauzi Maulana, juga dari Kabupaten Tabalong, berada di posisi ketiga. Di nomor 5.000 meter putra, Wilar Abqary Anugerah dari Banjarbaru keluar sebagai juara pertama. Alfa Ariya Maulana dari Kabupaten Tabalong menempati posisi kedua, diikuti Hezkiel Marching dari Banjarmasin di posisi ketiga. Sementara itu, nomor 5.000 meter putri dimenangi Dasha Sakinah Ayu A. K dari Kabupaten Tabalong. Indah Yulianti, juga dari Kabupaten Tabalong, meraih posisi kedua, sedangkan Chantika Anantazsa dari Kota Banjarmasin berada di posisi ketiga. Hasil kejuaraan ini diharapkan membantu Akuatik Kalsel memetakan kemampuan atlet secara lebih terukur untuk persiapan menuju PON Pantai. Selain seleksi, penguatan pembinaan dan latihan yang sesuai dengan karakter perairan terbuka menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan perenang menghadapi kompetisi tingkat nasional.
in , , , ,

Siapa yang Berpeluang Wakili Kalsel di PON Pantai? Ini Hasil Kejurprov Renang

Siapa yang Berpeluang Wakili Kalsel di PON Pantai? Ini Hasil Kejurprov Renang

Banua Tv,Banjarmasin – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Renang Perairan Terbuka Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026 menjadi salah satu tahapan untuk menjaring atlet potensial yang dipersiapkan menghadapi PON Pantai yang direncanakan berlangsung pada November mendatang.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Seleksi difokuskan pada nomor 3.000 meter dan 5.000 meter putra-putri. Hasil perlombaan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan atlet yang akan dipersiapkan mewakili Kalsel, dengan memperhatikan kemampuan dan ketahanan fisik perenang.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Akuatik Kalsel sekaligus Ketua Pelaksana, Djuhriannoor, mengatakan seleksi diarahkan untuk mengidentifikasi perenang yang memiliki potensi bersaing pada nomor jarak jauh.

“Untuk seleksi ini, kita mempertandingkan nomor 3.000 meter dan 5.000 meter. Atlet yang lolos dari nomor 3.000 meter nantinya diproyeksikan naik ke nomor 5.000 meter, sedangkan atlet nomor 5.000 meter dipersiapkan untuk nomor 10.000 meter,” ujarnya, di Kolam Renang GOR Hasanudin HM, Banjarmasin, Senin (19/10/2026).

Menurut Djuhriannoor, pemilihan nomor pertandingan juga menyesuaikan kondisi lokasi pelaksanaan seleksi. Meski demikian, sejumlah atlet dinilai memiliki daya tahan yang cukup baik untuk diproyeksikan mengikuti nomor 10.000 meter yang menuntut kemampuan fisik lebih tinggi.

Pembinaan renang perairan terbuka di Kalsel, lanjutnya, mulai menunjukkan perkembangan. Hal itu terlihat dari keikutsertaan atlet daerah dalam sejumlah kejuaraan di luar provinsi, termasuk di Lampung dan Bali.

“Hal tersebut terlihat dari keikutsertaan atlet daerah dalam sejumlah kejuaraan di luar provinsi, termasuk di Lampung dan Bali,” ungkapnya.

Pengalaman bertanding di luar daerah menjadi modal untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengukur kesiapan atlet menghadapi persaingan yang lebih ketat. Namun, pembinaan masih perlu diperkuat agar semakin banyak perenang Kalsel yang siap bersaing pada nomor perairan terbuka.

Djuhriannoor menegaskan, persiapan menuju PON Pantai tidak cukup hanya mengandalkan hasil seleksi di kolam renang. Para atlet juga perlu menjalani latihan langsung di perairan terbuka untuk beradaptasi dengan karakter perairan dan tuntutan daya tahan selama perlombaan.

“Keterbatasan lokasi latihan menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan atlet. Karena itu, pemanfaatan lokasi latihan di perairan terbuka akan menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kesiapan para perenang,” ucapnya.

Pada nomor 3.000 meter putra, RM. Rizky Hendrawan Utama dari Banjarmasin meraih juara pertama. Posisi kedua ditempati Alzema Ghaisan Mirza dari Kabupaten Tabalong, sedangkan Zia Fauzi Maulana, juga dari Kabupaten Tabalong, berada di posisi ketiga.

Di nomor 5.000 meter putra, Wilar Abqary Anugerah dari Banjarbaru keluar sebagai juara pertama. Alfa Ariya Maulana dari Kabupaten Tabalong menempati posisi kedua, diikuti Hezkiel Marching dari Banjarmasin di posisi ketiga.

Sementara itu, nomor 5.000 meter putri dimenangi Dasha Sakinah Ayu A. K dari Kabupaten Tabalong. Indah Yulianti, juga dari Kabupaten Tabalong, meraih posisi kedua, sedangkan Chantika Anantazsa dari Kota Banjarmasin berada di posisi ketiga.

Hasil kejuaraan ini diharapkan membantu Akuatik Kalsel memetakan kemampuan atlet secara lebih terukur untuk persiapan menuju PON Pantai. Selain seleksi, penguatan pembinaan dan latihan yang sesuai dengan karakter perairan terbuka menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan perenang menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Dari Singapura hingga Senegal, Produk Banjarbaru Jajaki Pasar Internasional

Sampah Tak Langsung ke TPA, TPS 3R Matraman Siap Masuk Tahap Pengelolaan