UMKM Kerajinan Kalsel Bidik Pasar Jepang, Produk Apa Saja yang Ditawarkan?
in , , , , , ,

UMKM Kerajinan Kalsel Bidik Pasar Jepang, Produk Apa Saja yang Ditawarkan?

UMKM Kerajinan Kalsel Bidik Pasar Jepang, Produk Apa Saja yang Ditawarkan?

Banua Tv,Banjarbaru – Produk kerajinan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kalimantan Selatan dijajaki untuk menembus pasar Jepang melalui pertemuan bisnis antara Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan dan Long Tail Company dari Osaka.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Penjajakan tersebut berlangsung dalam kegiatan South Kalimantan Handicraft MSMEs Partnership Meeting bertema Market Access & Export Opportunities for Local Handicraft to Japan di Kantor Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (12/10/2026).

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, mengatakan pertemuan ini menjadi langkah untuk memperkenalkan produk kerajinan unggulan daerah kepada calon mitra bisnis internasional sekaligus membuka peluang pemasaran di Jepang.

“Melalui pertemuan ini, kami ingin memperkenalkan potensi kerajinan Kalimantan Selatan yang beragam dan memiliki ciri khas. Kami berharap produk-produk UMKM daerah dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional, khususnya Jepang, sehingga membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan bagi para perajin lokal,” ujar Miftahul Chair di Banjarbaru, Senin (12/10/2026)

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan Long Tail Company, Mr. Mitsutaka, menyampaikan ketertarikannya mencari produk kerajinan yang memiliki keunikan dan karakteristik khas, terutama produk yang belum banyak ditemukan di Jepang.

Produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar berpotensi dipasarkan melalui saluran penjualan daring maupun luring. Meski demikian, penjajakan ini masih menjadi tahap awal untuk melihat peluang pemasaran dan kecocokan produk dengan konsumen Jepang.

Mr. Mitsutaka selama ini telah memasarkan sejumlah produk asal Indonesia melalui Osan Indonesia. Melalui pertemuan dengan Disperin Kalsel, peluang tersebut diharapkan berkembang dengan masuknya lebih banyak kerajinan khas Kalimantan Selatan.

Sejumlah produk ditawarkan dalam penjajakan tersebut, mulai dari kerajinan berbahan kayu, kain sasirangan dengan pewarna alam maupun kimia, ecoprint, sacoprint, hingga anyaman berbahan eceng gondok, rotan, dan purun. Berbagai produk berbahan rajut juga diperkenalkan sebagai pilihan yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pasar.

Keragaman bahan dan desain menjadi modal bagi UMKM kerajinan Banua untuk meningkatkan daya saing. Pemanfaatan bahan lokal yang dipadukan dengan kreativitas perajin berpotensi menghasilkan produk dengan karakter berbeda dan daya tarik tersendiri bagi konsumen internasional.

Miftahul Chair menambahkan, penjajakan akses pasar internasional penting agar pelaku UMKM mulai melihat peluang di luar pasar domestik. Persiapan produk yang sesuai dengan kebutuhan calon pembeli menjadi salah satu hal penting dalam upaya memperluas jangkauan pemasaran.

Melalui kegiatan ini, Dinas Perindustrian Kalsel berharap terjalin hubungan bisnis yang positif antara perajin lokal dan mitra usaha dari Jepang. Jika peluang tersebut berkembang menjadi kerja sama pemasaran, produk kerajinan khas Banua diharapkan semakin dikenal di pasar internasional serta membuka kesempatan peningkatan nilai tambah produk dan pendapatan perajin.

Tinggalkan Balasan

Ingin Siap Kerja atau Buka Usaha? Kemnaker Siapkan Pelatihan dalam Empat Klaster

Nuriah Jadi 1 dari 14 Finalis di Abu Dhabi, Ahmad Khotib Siap Berlaga di Sarawak