Kemnaker Siapkan Bekal Kerja bagi Warga NTT Pascagempa, Ini Bentuk Dukungannya
Banua Tv,NTT — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyalurkan 78 paket pelatihan melalui dua program vokasi untuk membantu masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkatkan keterampilan dan memulihkan kemandirian ekonomi.


Dukungan tersebut mencakup 40 paket Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) dan 38 paket Tailor Made Training (TMT) yang disalurkan ke berbagai wilayah di Provinsi NTT.
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Sukro Muhab mengatakan, pelatihan vokasi menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak bencana agar memiliki bekal kembali bekerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
“Kemnaker hadir untuk membantu masyarakat terdampak bencana melalui peningkatan kompetensi dan keterampilan. Dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan, masyarakat diharapkan memiliki bekal untuk kembali bekerja atau mengembangkan usaha secara mandiri,” kata Sukro melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (8/10/2026).
Program PVN dilaksanakan melalui 40 paket pelatihan yang tersebar di seluruh UPTD binaan di kabupaten-kabupaten wilayah Provinsi NTT. Sementara itu, program TMT dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah.

Hingga saat ini, Kemnaker telah menyalurkan 38 paket TMT ke seluruh wilayah Provinsi NTT. Pendekatan tersebut memungkinkan materi pelatihan disesuaikan dengan kondisi setempat agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kegiatan ekonomi.
Menurut Sukro, keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari peningkatan kemampuan peserta, tetapi juga dari relevansi keterampilan dengan kebutuhan masyarakat dan peluang usaha di daerah masing-masing.
“Pelatihan tidak hanya berhenti pada peningkatan keterampilan. Yang penting, keterampilan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakat dan potensi daerah sehingga bisa dimanfaatkan untuk bekerja ataupun mengembangkan usaha secara mandiri,” ujar Sukro.
Melalui program pelatihan vokasi tersebut, Kemnaker berharap masyarakat terdampak gempa di NTT dapat memperoleh bekal untuk kembali produktif, memperluas peluang kerja, dan membangun usaha secara mandiri. Dukungan peningkatan kompetensi ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi masyarakat setelah bencana.


