Tak Perlu Terbebani Tarif Berulang, Kalsel Kembangkan Integrasi Tiga Layanan Bus
in , , ,

Tak Perlu Terbebani Tarif Berulang, Kalsel Kembangkan Integrasi Tiga Layanan Bus

Tak Perlu Terbebani Tarif Berulang, Kalsel Kembangkan Integrasi Tiga Layanan Bus

Banua Tv,Banjarbaru – Tarif perjalanan antarmoda sebesar Rp5.000 dengan durasi hingga 90 menit menjadi salah satu skema yang didorong Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan untuk memudahkan masyarakat menggunakan transportasi publik di kawasan Banjarbakula.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Melalui inovasi Inclusive Pricing, Dishub Kalsel mengembangkan sistem tarif terintegrasi yang menghubungkan layanan Trans Banjarbaru sebagai angkutan pengumpan (feeder), Trans Banjarbakula pada koridor Banjarbaru–Banjarmasin, serta Trans Banjarmasin untuk perjalanan di dalam wilayah perkotaan.

Integrasi ini diharapkan mempermudah penumpang berpindah layanan tanpa harus terbebani biaya perjalanan berulang. Selain tarif umum, Dishub Kalsel juga mendorong tarif khusus Rp2.000 bagi kelompok masyarakat tertentu, yakni lansia, penyandang disabilitas, dan pelajar.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan, M. Fitri Hernadi, mengatakan pengembangan tarif terintegrasi merupakan bagian dari upaya membangun layanan angkutan perkotaan yang saling terhubung dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Transportasi publik harus semakin mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui tarif terintegrasi, kita ingin menghadirkan perjalanan yang lebih praktis, terjangkau, dan nyaman, sekaligus mendorong masyarakat untuk beralih menggunakan angkutan umum,” ujarnya.

Menurut Fitri, kualitas transportasi publik tidak cukup dinilai dari jumlah armada dan rute.

Kemudahan akses, keterjangkauan tarif, serta kelancaran perpindahan antarmoda juga menjadi faktor penting agar masyarakat semakin tertarik menggunakan angkutan umum.

“Keberhasilan transportasi publik tidak hanya diukur dari jumlah armada atau rute yang tersedia, tetapi juga dari sejauh mana layanan tersebut dapat dijangkau masyarakat. Karena itu, aspek keterjangkauan dan kemudahan berpindah antarmoda menjadi perhatian dalam pengembangan sistem ini,” jelasnya di Banjarbaru, Jumat (9/10/2026).

Penerapan tarif terintegrasi membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan serta sistem pembayaran yang saling terhubung. Untuk mendukungnya, Dishub Kalsel mendorong tiga perjanjian kerja sama (PKS), yaitu antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan Pemerintah Kota Banjarmasin dan Pemerintah Kota Banjarbaru, antara Dishub Kalsel dengan Bank Kalsel, serta antara Bank Kalsel dengan PT AINO Indonesia.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung integrasi layanan antarmoda, pembayaran nontunai, serta pengelolaan transaksi dan rekonsiliasi yang lebih tertata.

Dari sisi digital, Banjarbakula Apps dikembangkan untuk membantu masyarakat mengakses informasi peta layanan, posisi bus secara waktu nyata (real-time), rute, halte, dan jadwal. Aplikasi ini juga menyediakan fasilitas pembayaran digital melalui AKSEL.

Selain itu, terdapat fitur pelaporan anomali yang memungkinkan pengguna menyampaikan laporan terkait gangguan pelayanan, termasuk kondisi yang berpotensi mengurangi kenyamanan dan keamanan perjalanan.

“Digitalisasi menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pelayanan. Masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh kemudahan dalam mengakses informasi perjalanan, tetapi juga memiliki saluran untuk menyampaikan laporan apabila menemukan kendala di lapangan,” tambahnya.

Dishub Kalsel juga mengembangkan fitur tarif berlangganan melalui aplikasi AKSEL sebagai alternatif pembayaran bagi pengguna angkutan umum.

Pengembangan tarif terintegrasi didukung delapan tahapan aksi perubahan. Tahapannya meliputi penguatan komitmen tiga dinas perhubungan, komitmen ekosistem dan fiskal, penyusunan perjanjian kerja sama, standardisasi transaction bus (TOB) dan pembayaran, pemasaran serta edukasi publik, uji coba dan survei pengguna, peluncuran resmi, hingga evaluasi dan pelaporan manfaat.

Berdasarkan materi capaian aksi perubahan, seluruh target dari delapan tahapan tersebut dinyatakan telah dilaksanakan. Meski demikian, evaluasi berkala tetap diperlukan untuk memastikan sistem tarif, pembayaran, dan integrasi layanan berjalan sesuai kebutuhan pengguna.
Dalam jangka panjang, tarif terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan penggunaan transportasi publik, membantu mengurangi beban pengeluaran transportasi rumah tangga, serta mendukung upaya mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan.

Integrasi layanan juga diharapkan memperkuat konektivitas kawasan Banjarbakula dan menunjang aktivitas ekonomi melalui mobilitas masyarakat yang lebih efisien. Model tersebut berpotensi dikembangkan di daerah lain dengan penyesuaian terhadap karakteristik wilayah, kemampuan fiskal, dan kebutuhan masyarakat.

“Harapan kita, masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan angkutan umum. Dengan kolaborasi pemerintah daerah, perbankan, operator, dan dukungan masyarakat, transportasi publik di Banjarbakula dapat berkembang menjadi layanan yang aman, nyaman, terjangkau, dan berkelanjutan,” tutup Fitri.

Melalui integrasi tarif, layanan, dan pembayaran digital, Dishub Kalsel mendorong sistem transportasi publik yang lebih inklusif dan adaptif terhadap kebutuhan warga, sekaligus mendukung pembangunan kawasan perkotaan yang tertata dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Api Karhutla Terus Merembet, Hanif Faisol Siapkan Strategi Baru di Kalsel

Hanif Faisol Ungkap Risiko Pangan 2027, Pergeseran Waktu Tanam Jadi Perhatian