Api Karhutla Terus Merembet, Hanif Faisol Siapkan Strategi Baru di Kalsel
Banua Tv,Banjarbaru – Munculnya sumber api baru di kawasan Gubernur Sarkawi dan Handil Bakti mendorong pemerintah mematangkan strategi baru untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Langkah ini disiapkan untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ketika sumber daya penanganan semakin terbatas.


Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, membahas langkah tersebut dalam rapat konsolidasi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan tim teknis terkait. Rapat itu merupakan tindak lanjut koordinasi sebelumnya di Jakarta untuk memperkuat efektivitas penanganan di lapangan.
Hanif mengatakan, upaya pemadaman yang telah berjalan masih menghadapi kendala karena api yang belum sepenuhnya padam berpotensi merembet ke wilayah lain.
“Penanganan sebenarnya sudah berjalan, tetapi karena api belum mati, akhirnya merembet ke wilayah lain. Karena itu, diperlukan strategi baru untuk melakukan penanganan,” ujarnya, Banjarbaru, Kamis (8/10/2026).
Strategi baru akan diawali dengan penyusunan peta secara terperinci, termasuk penandaan sejumlah poligon sasaran. Pemetaan tersebut diharapkan membantu tim menentukan lokasi prioritas, memperjelas pembagian tugas, dan mempercepat pergerakan personel untuk melakukan pemadaman.
Pada Jumat pagi, tim teknis dari kementerian dan perangkat daerah dijadwalkan membahas peta tersebut guna mematangkan rencana operasi penanganan darurat. Setelah rencana disusun, dinas terkait akan bergerak sesuai pembagian tugas dan rancangan kegiatan yang telah ditetapkan.
Pemerintah juga menjadwalkan pertemuan teknis seusai salat Jumat dengan melibatkan 10 unit usaha. Pertemuan itu ditujukan untuk menyelaraskan dukungan serta kesiapan pelaksanaan penanganan karhutla.
Rangkaian langkah tersebut direncanakan berlanjut pada Sabtu melalui apel gelar pasukan yang kemudian diikuti operasi di lokasi sasaran. Kawasan Gubernur Sarkawi dan Handil Bakti menjadi perhatian menyusul kemunculan sumber api baru yang berpotensi memperluas kebakaran.
Hanif menegaskan, pemadaman harus dilakukan secara optimal agar api tidak terus menjalar ke wilayah lain. Terlebih, sumber daya yang tersedia untuk penanganan semakin terbatas.
“Kalau api tidak mati, risikonya akan terus merembet. Sementara itu, ketersediaan sumber daya untuk penanganan semakin terbatas,” tegasnya.
Melalui konsolidasi lintas sektor, pemetaan yang lebih terperinci, dan pembagian tugas yang jelas, pemerintah berharap penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dapat berlangsung lebih efektif. Prioritasnya adalah mengendalikan sumber api baru dan menekan risiko meluasnya kebakaran.


