Jembatan Pulau Laut Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progres yang Dilihat Gubernur
in , , ,

Jembatan Pulau Laut Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progres yang Dilihat Gubernur

Jembatan Pulau Laut Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progres yang Dilihat Gubernur

Banua Tv,Tanah Bumbu – Pembangunan Jembatan Pulau Laut yang menghubungkan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru terus dipantau Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Gubernur Kalsel H. Muhidin turun langsung ke lokasi untuk memastikan proyek strategis tersebut berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Peninjauan dilakukan di sisi Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (6/10/2026). H. Muhidin didampingi Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib, Kepala Bidang Bina Marga Robby Cahyadi, pihak kontraktor, pengawas serta tim laboratorium.

Kunjungan tersebut tidak sekadar melihat konstruksi dari luar, tetapi untuk mendapatkan gambaran faktual mengenai perkembangan pekerjaan sekaligus mendengar laporan langsung dari pelaksana proyek.

“Hari ini kami berada di Batulicin dan akan menuju Kotabaru. Saat ini kami melihat pekerjaan yang berada di jalur dari Batulicin menuju arah tengah. Di sini terdapat PT Wasita,” ujar H. Muhidin seusai peninjauan.

Dari hasil penjelasan di lapangan, salah satu bagian pekerjaan konstruksi telah mencapai sekitar 1.000 meter. Sementara jarak antartiang berada di kisaran 50 meter.

“Menurut keterangan dari pengawas, pekerjaan di lokasi ini sudah mencapai sekitar 1.000 meter. Untuk jarak antartiang, masing-masing berjarak sekitar 50 meter,” jelasnya.

Gubernur juga berdialog dengan pengawas dan kontraktor untuk mengetahui perkembangan pekerjaan dari sejumlah badan usaha yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Hari ini kami melihat pekerjaan yang dilaksanakan oleh BIPI, BasKita, dan BBA. Kami akan melihat secara langsung bagaimana perkembangan pekerjaan BIP di lokasi ini,” katanya.

Secara keseluruhan, Jembatan Pulau Laut dirancang memiliki panjang sekitar 3,75 kilometer dengan lebar 24 meter. Pada sisi Batulicin, pekerjaan sepanjang sekitar satu kilometer dilaksanakan konsorsium PT Pembangunan Perumahan (PP), PT Waskita Karya dan PT Borneo Berkah Abadi (BBA).

Sementara di sisi Kotabaru, pekerjaan sepanjang sekitar 1,5 kilometer dikerjakan PT Nindya Karya bersama PT Brantas Abipraya.

Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 2028 dan dapat difungsikan pada 2029. Nilai pembangunannya mencapai sekitar Rp7,95 triliun dengan pembiayaan melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, termasuk dukungan APBD Pemprov Kalsel, Pemkab Tanah Bumbu, Pemkab Kotabaru serta anggaran multiyears Kementerian PUPR.

Dari sisi desain, jembatan utama menggunakan struktur cable-stayed dengan dua pylon setinggi sekitar 100 meter dan bentang utama sekitar 505,5 meter. Pekerjaan juga mencakup struktur box girder, pile slab serta jalan pendekat di kedua sisi.

Jalan pendekat menjadi bagian penting dari proyek karena berfungsi menghubungkan konstruksi jembatan dengan jaringan jalan yang sudah ada. Di sisi Batulicin, jalan pendekat dibangun sekitar 1.500 meter, sedangkan di sisi Kotabaru sekitar 1.250 meter.

Pembagian pekerjaan juga melibatkan pemerintah pusat dan daerah. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Selatan menangani bentang utama cable-stayed sepanjang 505,5 meter serta sebagian jembatan pendekat menuju Kotabaru sepanjang 547,25 meter.

Sementara sisa pekerjaan bentang pendekat ditangani Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan.

Dengan konstruksi yang membentang antara Tanah Bumbu dan Kotabaru, pembangunan Jembatan Pulau Laut diarahkan untuk memperkuat konektivitas kedua wilayah. Kehadiran infrastruktur tersebut nantinya diharapkan mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang dan aktivitas ekonomi antardaerah di Kalimantan Selatan.

Pemantauan langsung Gubernur H. Muhidin menjadi bagian dari pengawalan pemerintah daerah terhadap proyek yang ditargetkan tersambung dan berfungsi mulai 2029 tersebut.

Tinggalkan Balasan

Hutan Banjar Tak Boleh Sekadar Jadi Cerita, Pemkab Kejar Ekonomi Warga Tanpa Rusak Alam

Ancaman Siber Melonjak, Kepala BSSN Ungkap Kunci agar Layanan Publik Tak Lumpuh