KADIN Kalsel Dorong Hilirisasi agar Komoditas Lokal dan UMKM Tembus Pasar Global
in , , , , ,

KADIN Kalsel Dorong Hilirisasi agar Komoditas Lokal dan UMKM Tembus Pasar Global

KADIN Kalsel Dorong Hilirisasi agar Komoditas Lokal dan UMKM Tembus Pasar Global

Banua Tv, Banjarbaru – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kalimantan Selatan mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah agar tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi berkembang menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Penguatan hilirisasi tersebut menjadi salah satu fokus yang disampaikan dalam penutupan Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) ke-IV KADIN Kalsel Tahun 2026 yang dirangkai dengan peringatan HUT KADIN ke-58 di salah satu hotel di Banjarbaru, Kamis (24/9/2026).

Tema “Ekonomi Kerakyatan untuk Indonesia Mendunia” menjadi pijakan untuk memperkuat kemitraan pemerintah dan dunia usaha sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha lokal untuk masuk ke rantai pasar yang lebih besar.

Gubernur Kalsel H Muhidin melalui sambutan tertulis yang disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Dinansyah mengatakan Kalsel memiliki beragam potensi ekonomi, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, kerajinan, kuliner, ekonomi kreatif, hingga perdagangan dan jasa.

Potensi tersebut dinilai perlu dikembangkan lebih lanjut agar menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat.

“Tantangannya adalah cara meningkatkan potensi itu agar punya nilai tambah. Kita jangan terus-menerus menjual bahan mentah. Kita harus dorong hilirisasi, pengolahan, branding, dan pemasaran sehingga produk dari Banua punya daya jual tinggi. Kalsel kita dorong jadi gerbang logistik Kalimantan agar produk lokal tembus pasar nasional dan internasional,” ungkapnya.

Ketua Umum KADIN Kalsel Shinta Laksmi Dewi mengatakan penguatan ekonomi daerah tidak cukup hanya dengan mengandalkan potensi sumber daya alam. Komoditas unggulan perlu dikembangkan melalui proses pengolahan sehingga memberikan nilai ekonomi lebih besar.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah rotan. KADIN Kalsel melihat komoditas tersebut memiliki peluang untuk kembali diperkuat sebagai salah satu sektor ekspor daerah, melalui pengembangan budidaya sekaligus peningkatan nilai tambah.

“Kami ingin meningkatkan kembali potensi rotan sebagai salah satu tonggak ekspor Kalsel. Rotan sebenarnya bisa dibudidayakan, namun kendalanya saat ini terbentur regulasi perdagangan terkait larangan ekspor bahan mentah,” ungkap Shinta.

Karena itu, KADIN Kalsel mendorong pengembangan komoditas hingga menjadi produk olahan yang memiliki daya saing dan nilai jual lebih tinggi.

Penguatan hilirisasi juga diarahkan pada pelaku UMKM yang menjadi bagian penting dari rantai ekonomi daerah. KADIN Kalsel memberikan pendampingan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kualitas produk, memenuhi standar, memperkuat kemasan, hingga memperluas akses pasar.

“Untuk mendorong UMKM naik kelas, kami memberikan dukungan agar UMKM menghasilkan produk berkualitas tinggi, berdaya saing, dan berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi,” kata Shinta.

Pendampingan dilakukan antara lain melalui sosialisasi sertifikasi, fasilitasi akses perbankan melalui kerja sama strategis, serta pelatihan peningkatan standar kualitas, baik dari sisi rasa, tampilan maupun pengemasan.

KADIN Kalsel juga membuka ruang promosi bagi UMKM melalui bazar, pasar murah dan pameran, terutama untuk sektor industri pengolahan dan kuliner.

Untuk memperkuat jejaring usaha, KADIN Kalsel merencanakan Borneo Business Forum digelar secara rutin setiap dua bulan. Forum tersebut akan dilengkapi Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas peluang investasi, perdagangan, hilirisasi dan penguatan ketahanan ekonomi daerah.

Penguatan dunia usaha juga diarahkan pada konsolidasi kelembagaan KADIN di tingkat kabupaten/kota. Dengan kelembagaan yang semakin solid, koordinasi dan penyerapan aspirasi pelaku usaha di daerah diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Ketua Panitia Rapimprov KADIN 2026, Aftahudin, mengatakan Rapimprov menjadi forum untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus menyerap aspirasi dunia usaha dalam merumuskan langkah strategis pembangunan ekonomi daerah.

“Rapimprov ini bertujuan sebagai forum konsolidasi hingga pengembangan organisasi, serta menyerap aspirasi dunia usaha guna merumuskan langkah strategis bagi kemajuan perekonomian Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Pelaksanaan Rapimprov tersebut juga menjadi bagian dari amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1987 tentang KADIN serta Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2022 tentang Persetujuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KADIN.

Pada kesempatan yang sama, disampaikan rekomendasi hasil Rapimprov serta penyerahan penghargaan UMKM Naik Kelas kepada sejumlah pelaku usaha.

KADIN Kalsel juga menyoroti dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap aktivitas dunia usaha. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu mobilitas, produksi, distribusi hingga perdagangan.

KADIN Kalsel berharap mitigasi dan penanganan karhutla ke depan semakin optimal sehingga dunia usaha dapat menjalankan aktivitas produksi dan perdagangan secara aman, berkelanjutan dan produktif.

Melalui hilirisasi, peningkatan kapasitas UMKM, perluasan akses pembiayaan dan pasar, serta kolaborasi pemerintah dan dunia usaha, potensi ekonomi Banua didorong untuk berkembang dari sekadar sumber bahan baku menjadi produk bernilai tambah yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

ULM Naik 333 Posisi di UI GreenMetric 2026, Budaya Kampus Hijau Jadi Fokus

BMKG Ingatkan Hujan Petir dan Angin Kencang di Sejumlah Wilayah Kalsel