1.650 Peserta Ikuti Edukasi Pencegahan Kekerasan Anak di Banjarbaru
Banua Tv, Banjarbaru – Upaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak di Kota Banjarbaru diperkuat melalui edukasi pencegahan kekerasan dan menjaga kesehatan mental anak.


Kegiatan Edukasi Pencegahan Kekerasan dan Menjaga Kesehatan Mental pada Anak di Wilayah Kota Banjarbaru digelar di Lapangan SDN 2 Loktabat Selatan, Jumat (18/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.400 siswa sekolah dasar dan 250 orang tua.
Kegiatan sekaligus menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-14 AirNav Indonesia yang berkolaborasi dengan GPPAN.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru Marhain Rahman hadir mewakili Pemerintah Kota Banjarbaru sekaligus menyampaikan sambutan Wali Kota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby.

Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, setiap anak berhak tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, penuh kasih sayang, serta jauh dari berbagai bentuk kekerasan.
“Kekerasan terhadap anak tidak selalu berbentuk kekerasan fisik. Perkataan yang merendahkan, perundungan, tekanan yang berlebihan, maupun perlakuan yang membuat anak merasa takut dan tidak berharga, juga dapat meninggalkan luka yang mendalam,” ujar Wali Kota dalam sambutan yang disampaikan Asisten II.
Pesan tersebut menjadi bagian dari edukasi agar keluarga, sekolah, dan masyarakat dapat mengenali berbagai bentuk kekerasan yang mungkin dialami anak. Pemahaman tersebut penting agar tindakan pencegahan dapat dilakukan lebih awal.
Selain pencegahan kekerasan, kesehatan mental anak turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.

Anak perlu memiliki ruang untuk bercerita, didengar, dipahami, dan didampingi ketika menghadapi persoalan. Dukungan dari lingkungan terdekat dinilai penting dalam membantu anak menghadapi berbagai situasi yang mereka alami.
Wali Kota menegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tugas pemerintah, guru, maupun orang tua. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan edukasi diharapkan tidak berhenti di lokasi kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
Dengan penerapan tersebut, lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak diharapkan dapat semakin terbentuk di Kota Banjarbaru.
Kegiatan Edukasi Pencegahan Kekerasan dan Menjaga Kesehatan Mental pada Anak di Kota Banjarbaru kemudian secara resmi dibuka oleh Wali Kota Banjarbaru.

