20 Desa di Banjar Jadi Pilot Project Posyandu 6 SPM, Layanan Dasar Diperluas
Banua Tv,Banjar – Posyandu di Kabupaten Banjar mulai didorong untuk menjalankan fungsi pelayanan masyarakat yang lebih luas melalui penerapan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).


Sebanyak 20 desa ditetapkan sebagai pilot project Posyandu Pelayanan 6 SPM yang akan menjadi percontohan penerapan layanan dasar secara lebih terpadu di tingkat desa.
Pembinaan terhadap desa-desa tersebut dilakukan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Banjar di Guest House Sultan Sulaiman Martapura, Rabu (16/9/2026) pagi.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Pos Pelayanan Terpadu, yang mengatur transformasi Posyandu agar tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Banjar Hj Nurgita Tiyas, melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) sekaligus Sekretaris TP Posyandu Kabupaten Banjar M Hafizh Anshari, menjelaskan Posyandu merupakan salah satu jenis Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD).
Posyandu juga menjadi wadah partisipasi masyarakat sekaligus mitra pemerintah desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Melalui pelayanan 6 SPM, masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan yang lebih mudah, lebih dekat dan lebih terintegrasi sesuai kebutuhan tempat tinggalnya,” ucapnya.
Transformasi tersebut diharapkan membuat Posyandu semakin mampu menjadi ruang pelayanan yang terhubung dengan berbagai kebutuhan dasar masyarakat di lingkungan desa.
Menurut Hafizh, penerapan Posyandu Pelayanan 6 SPM membutuhkan kebijakan strategis yang dapat menjadi acuan dalam penyelenggaraan pelayanan masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menetapkan 20 desa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banjar sebagai lokasi percontohan.
“Enam bidang pelayanan tersebut meliputi Pendidikan, Sosial, Kesehatan, Ketenteraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat (Trantibum Linmas), Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat,” ujarnya.
Dengan cakupan tersebut, pelayanan Posyandu tidak lagi dipandang hanya berkaitan dengan pemantauan kesehatan ibu dan anak. Posyandu juga diarahkan untuk mendukung akses masyarakat terhadap sejumlah pelayanan dasar lainnya.

Sebanyak 20 desa yang ditetapkan sebagai pilot project tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Banjar.
Desa tersebut yakni Bincau di Kecamatan Martapura, Melayu di Martapura Timur, Sungai Rangas di Martapura Barat, Keliling Benteng Ilir di Sungai Tabuk, Pasar Kamis di Kertak Hanyar, Guntung Papuyu di Gambut, Pindahan Baru di Beruntung Baru, Tatah Jaruju di Tatah Makmur, Handil Bujur di Aluh-Aluh, Kiram di Karang Intan, dan Tiwingan Baru di Aranio.
Selanjutnya Munggu Raya di Astambul, Simpang Tiga di Mataraman, Sungkai Baru di Simpang Empat, Madurejo di Sambung Makmur, Maniapun di Pengaron, Rantau Bujur di Telaga Bauntung, Kupang Rejo di Sungai Pinang, Banua Anyar di Cintapuri Darussalam, serta Paramasan Bawah di Paramasan.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari persiapan agar enam bidang pelayanan SPM dapat diterapkan secara terpadu pada desa-desa yang ditetapkan sebagai percontohan.
Melalui pilot project ini, penyelenggaraan Posyandu diharapkan semakin terarah dalam menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan pelayanan dasar di tingkat desa.


