Heritage Run 2026 Padukan Olahraga dan Pelestarian Budaya di Banjarbaru
Banua Tv, Banjarbaru – Sebanyak 1.200 peserta mengikuti Heritage Run 2026 yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) di Kota Banjarbaru, Sabtu (12/9/2026) pagi.


Kegiatan tersebut memadukan aktivitas olahraga dengan upaya memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat. Konsep ini menjadikan olahraga sebagai salah satu media alternatif untuk mendekatkan masyarakat dengan ruang dan nilai sejarah yang ada di daerah.
Museum Lambung Mangkurat dipilih sebagai titik start sekaligus finish. Dari lokasi tersebut, peserta menempuh rute lari sekitar 5,3 kilometer dengan melewati sejumlah kawasan dan titik ikonik di Kota Banjarbaru.

Rute Heritage Run 2026 dimulai dari Museum Lambung Mangkurat menuju Jalan STM. Peserta kemudian berbelok kiri menuju bundaran Jalan Panglima Batur dan melanjutkan perjalanan melewati kawasan depan Lapangan dr. Murdjani yang juga menjadi lokasi water station.
Selanjutnya, peserta melintasi Jalan Citra Megah Raya sebelum kembali menyusuri Jalan Jenderal Ahmad Yani hingga mencapai garis finish di Museum Lambung Mangkurat.
Pemilihan museum sebagai titik awal dan akhir menjadi bagian dari konsep kegiatan untuk mempertemukan aktivitas olahraga dengan ruang yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan.
Pelepasan peserta dilakukan Kepala Disdikbud Kalsel Abdul Rahim. Ia didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Eddy Suwarto, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel Rizal Pahmi, Kepala BTIKP Kalsel Sofyan Feriadi, serta Kepala Seksi Kesenian Disdikbud Kalsel Sunjaya Adhiarso.
Abdul Rahim mengatakan Heritage Run 2026 tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan aktivitas fisik masyarakat, tetapi juga menjadi sarana menghadirkan nilai-nilai budaya dalam aktivitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Heritage Run 2026 bukan sekadar kegiatan olahraga. Kegiatan ini merupakan cara kreatif untuk menghadirkan budaya di tengah masyarakat melalui aktivitas yang sehat, menyenangkan, modern, dan inklusif,” ujar Abdul Rahim.
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan dapat membuat pengenalan budaya berlangsung dalam suasana yang lebih menarik dan melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan.
Ia juga mengingatkan peserta agar mengutamakan keselamatan, ketertiban, dan sportivitas selama kegiatan. Peserta juga diminta menjaga kebersihan karena rute Heritage Run menggunakan sejumlah ruas jalan di Kota Banjarbaru.
Melalui Heritage Run 2026, Disdikbud Kalsel mendorong olahraga menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan warisan budaya, terutama kepada generasi muda.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya kesehatan jasmani, tetapi juga membangun ketertarikan masyarakat terhadap sejarah dan budaya lokal.
“Semoga Heritage Run 2026 tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mengenalkan, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Kalimantan Selatan,” katanya.
Dengan memadukan aktivitas fisik dan pengenalan kawasan bersejarah, Heritage Run 2026 diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya Kalimantan Selatan secara berkelanjutan.


