Karhutla Tungkaran Ditangani Enam Jam, Tim Gabungan Padamkan Api Seluas 3 Hektare
in , , ,

Karhutla Tungkaran Ditangani Enam Jam, Tim Gabungan Padamkan Api Seluas 3 Hektare

Karhutla Tungkaran Ditangani Enam Jam, Tim Gabungan Padamkan Api Seluas 3 Hektare

Banua Tv, Banjar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, ditangani secara cepat oleh unsur gabungan setelah api membentang dari kawasan Kompleks Syihab Persada 2 hingga lahan di belakang Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Kamis (10/9/2026).

~ Advertisements ~
~ Advertisements ~

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, penanganan karhutla dimulai pukul 11.56 WITA dan berakhir pada 17.50 WITA. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar tiga hektare.

Lahan yang terbakar merupakan lahan kosong dengan vegetasi berupa semak belukar dan pepohonan galam. Hingga penanganan selesai, penyebab kebakaran masih belum diketahui.

Kebakaran yang berada tepat di belakang Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Banjar mendapat perhatian langsung dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Warsita. Bersama jajaran, ia ikut turun melakukan pemadaman karena api dikhawatirkan menjalar ke area kantor dan mengancam aset di dalam maupun sekitar kawasan perkantoran.

Warsita mengatakan, titik api diketahui saat dirinya sedang mengikuti rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Kelompok Tani Peduli Api. Informasi tersebut kemudian langsung ditindaklanjuti oleh personel di lingkungan Dinas Pertanian.

“Api mulai siang ketika kami sedang rapat koordinasi karhutla dengan Kelompok Tani Peduli Api. Ternyata api sudah berada di belakang kantor,” kata Warsita.

Personel Brigade Karhutla yang berada di lingkungan Dinas Pertanian kemudian langsung dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Brigade tersebut memang dipersiapkan untuk merespons kejadian kebakaran lahan dengan cepat.

“Brigade karhutla kami langsung turun. Mereka memang siap 24 jam untuk segera melakukan penanganan,” ujarnya.

Selain personel Dinas Pertanian, pemadaman juga mendapat dukungan dari pemadam kebakaran swasta. Warsita mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur tersebut karena kolaborasi dinilai penting dalam menangani karhutla, terutama ketika lokasi kebakaran berada di sekitar permukiman maupun fasilitas umum.

Menurutnya, kecepatan dalam menangani titik api menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kebakaran berkembang dan menjalar ke wilayah lain.

“Damkar ini menjadi contoh bagi masyarakat. Sekecil apa pun api, langsung ditanggulangi. Jangan sampai menunggu api membesar dan mendekati permukiman,” katanya.

BPBD Kabupaten Banjar melaporkan, penanganan karhutla di Tungkaran melibatkan unsur gabungan, di antaranya Satgas Darat BPBD, Polri, PMI, Damkar Kabupaten Banjar, BPK Emirate, BPK Sedap, serta sejumlah barisan pemadam kebakaran swasta.

Petugas melakukan asesmen dan pemantauan lokasi, berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat, kemudian melaksanakan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, pemantauan pascapemadaman juga dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi kendala berupa sulitnya memperoleh titik sumber air untuk mendukung penanganan kebakaran.

BPBD juga melaporkan, setelah proses penanganan selesai masih terdapat asap, terutama di bagian tengah area yang terbakar. Meski demikian, secara keseluruhan kebakaran lahan berhasil dikendalikan melalui kerja sama dan koordinasi seluruh unsur gabungan di lapangan.

Respons cepat tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mencegah karhutla berkembang lebih luas, terlebih lokasi kebakaran berada tidak jauh dari fasilitas perkantoran dan lingkungan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Hadapi Dampak Karhutla, Wapres Gibran Pastikan Layanan Kesehatan Siaga Lindungi Kelompok Rentan

Wapres Gibran Minta Modifikasi Cuaca Karhutla di Kalimantan Dimaksimalkan