Karhutla Belum Usai, Dinsos Kalsel Perpanjang Dapur Umum hingga 18 September
Banua Tv, Banjarbaru – Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan memperpanjang operasional dapur umum untuk mendukung kebutuhan permakanan relawan dan petugas yang masih terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik.


Perpanjangan dukungan tersebut dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Kalsel melakukan evaluasi melalui rapat bersama pimpinan terkait kondisi karhutla yang masih berlangsung di wilayah Kalimantan Selatan.
Sebelumnya, Dinsos Kalsel memberikan dukungan dapur umum pada periode 26 Agustus hingga 8 September 2026. Namun, karena posko penanganan karhutla masih beroperasi, dukungan permakanan bagi petugas dan relawan dinilai perlu dilanjutkan.
“Alhamdulillah kita sudah menyelenggarakan tugas pada periode 26 Agustus sampai dengan 8 September. Kemarin kami rapat dua kali secara maraton atas arahan pimpinan, dengan kondisi karhutla seperti ini berarti masih diperpanjang,” ujar Farhanie, Banjarbaru, Rabu (9/9/2026).

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, M. Farhanie, mengatakan dapur umum tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para relawan dan petugas di sejumlah posko penanganan karhutla, terutama di kawasan Guntung Damar dan Hutan Lindung.
Kapasitas permakanan pada periode lanjutan juga mengalami peningkatan. Jika sebelumnya makanan yang disiapkan lebih dari 400 bungkus untuk sekali makan, kini jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 500 porsi setiap kali makan.
“Ini sekitar 500 porsi per hari, per makan. Jadi karena tiga kali makan, pagi, siang dan malam, sekali makan itu 500 porsi,” jelasnya.
Dengan dukungan tersebut, kebutuhan konsumsi petugas dan relawan yang berada di lapangan dapat tetap ditopang selama penanganan karhutla berlangsung. Operasional dapur umum untuk tahap awal direncanakan berjalan hingga 18 September 2026.
Namun, keberlanjutan dukungan akan kembali dievaluasi dengan mempertimbangkan perkembangan cuaca dan kondisi karhutla di lapangan. Masa siaga darurat karhutla juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan kebutuhan dukungan berikutnya.
Berdasarkan arahan dalam rapat, penugasan akan disesuaikan dengan SK Gubernur Kalsel terkait status siaga darurat yang berpotensi berlangsung hingga 31 Oktober 2026.
“Untuk dapur permakanan kami diminta siaga untuk support sampai 18 September. Nanti kita lihat lagi bagaimana kondisi cuaca,” katanya.

Farhanie menjelaskan, untuk sementara dapur umum Dinsos Kalsel masih terpusat di satu titik. Sementara dukungan permakanan pada lokasi lain disesuaikan dengan pembagian tugas dan koordinasi masing-masing posko.
Pada periode sebelumnya, Dinsos Kalsel memberikan dukungan permakanan untuk posko Hutan Lindung. Sementara dapur umum Polda mendukung kebutuhan di kawasan Guntung Damar dan Pengayuan.
Dalam periode lanjutan, berdasarkan arahan pimpinan, dukungan Dinsos Kalsel diperluas untuk membantu kebutuhan permakanan di kawasan Guntung Damar.
“Kalau periode pertama kami hanya diminta support di posko Hutan Lindung. Kemarin dapur umum Polda support untuk Guntung Damar dan Pengayuan. Sekarang arahan pimpinan kami ditambah untuk support Guntung Damar,” pungkasnya.
Perpanjangan dapur umum tersebut menjadi bagian dari dukungan logistik pemerintah daerah terhadap petugas dan relawan yang masih menjalankan tugas penanganan karhutla. Pelaksanaannya tetap menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan dan hasil evaluasi pemerintah daerah.

